Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pencarian Bocil ABK Hilang di Gresik Dihentikan Setelah 7 Hari, Diduga Tercebur ke Sungai Bengawan Solo

Yudhi Dwi Anggoro • Senin, 9 Juni 2025 | 15:45 WIB

 

Foto : Istimewa/Radar Gresik

DIHENTIKAN : Tim SAR saat melakukan pencarian dugaan anak yang terjebur di sungai Bengawan Solo, di Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Gresik.

 

DIHENTIKAN : Tim SAR saat melakukan pencarian dugaan anak yang terjebur di sungai Bengawan Solo, di Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Gresik.
DIHENTIKAN : Tim SAR saat melakukan pencarian dugaan anak yang terjebur di sungai Bengawan Solo, di Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Gresik.

RADAR GRESIK – Setelah tujuh hari upaya pencarian intensif, bocah bernama Ahmada Ainun Haq (9 tahun), warga Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, yang diduga tercebur ke Sungai Bengawan Solo, hingga kini belum ditemukan. Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), pencarian resmi dihentikan pada Minggu, 8 Juni 2025.

"Sesuai SOP Basarnas, pencarian dilakukan selama tujuh hari. Karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka kami hentikan operasi pencarian," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, Minggu (8/6).

Selama proses pencarian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Gresik, SAR Ujungpangkah, relawan ambulans, RAPI, Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan warga setempat, telah menyusuri Sungai Bengawan Solo hingga ke muara.

Menurut Miko, tidak ada kendala besar dalam proses pencarian, namun sampah dan tanaman eceng gondok menjadi hambatan alami yang memperlambat penyisiran. Meski telah dilakukan pembersihan di beberapa titik, tidak ada tanda-tanda korban ditemukan.

“Kami sudah berupaya maksimal. Dari hasil rekaman CCTV, korban terlihat berjalan menuju tanggul sungai. Dari situ kami berasumsi korban kemungkinan besar tercebur dan hanyut di sekitar bantaran,” jelas Miko.

Mengenai kemungkinan lain selain korban tercebur ke sungai, Miko menyatakan hal tersebut merupakan ranah penyelidikan pihak kepolisian. Namun hingga kini, indikasi kuat tetap mengarah ke sungai sebagai lokasi hilangnya korban.

Miko juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban, dan menegaskan bahwa BPBD Gresik siap melakukan pencarian kembali jika ada petunjuk baru.

"Kalau nanti ada informasi atau indikasi keberadaan korban, kami siap turun lagi untuk membantu pencarian," tegasnya.

Baca Juga: Hutan Mangrove Karangkiring, Oase Hijau Mempesona di Kabupaten Gresik, Ini Lokasinya

Diketahui, Ahmada Ainun Haq, anak berkebutuhan khusus berusia 9 tahun, dilaporkan hilang pada Sabtu pagi, 31 Mei 2025, usai sarapan sekitar pukul 06.00 WIB. Dugaan awal bahwa korban tercebur ke sungai muncul setelah rekaman CCTV menunjukkan korban berjalan menuju tanggul Bengawan Solo.

Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan, dan keluarga masih berharap adanya keajaiban atau petunjuk baru terkait keberadaannya. (yud/han)

 

Editor : Hany Akasah
#Basarnas #anak hilang #ABK #BPBD #gresik #sop #bengawan solo #sungai