RADAR GRESIK –Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik menggelar penggeledahan serentak di blok hunian warga binaan. Razia ini adalah langkah preventif untuk memastikan keamanan dan ketertiban (kamtib) di dalam rutan tetap kondusif.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Fajarisman, yang memimpin langsung penggeledahan, menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi Menteri Hukum dan HAM.
"Khususnya dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba dan tindakan penipuan dengan berbagai modus di Lapas maupun Rutan," ujarnya.
Pihaknya juga ingin meminimalkan potensi gangguan kamtib saat malam takbiran dan Idul Adha. "Selain itu, kami ingin menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga binaan serta petugas," jelasnya.
Petugas dibagi menjadi tiga tim untuk menyisir kamar B1, B2, dan B7. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh di setiap sudut kamar dan barang milik warga binaan. Meskipun menyasar potensi pelanggaran, penggeledahan tetap dilaksanakan secara humanis dan menghormati hak-hak warga binaan.
Kepala Rutan Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho, menambahkan, kegiatan ini adalah langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya masuknya barang-barang terlarang. “Kami berkomitmen penuh untuk menjaga lingkungan Rutan tetap aman dan bersih dari benda-benda terlarang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan,” tegasnya.
Yuliawan juga memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin maupun insidentil. Ini menunjukkan keseriusan Rutan Gresik dalam mendukung 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI. Sinergi antar petugas juga menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan razia yang efektif dan efisien.
"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan tenang, terlebih dalam menyambut momentum hari besar keagamaan seperti Idul Adha. Rutan Gresik terus berkomitmen menciptakan suasana pemasyarakatan yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan yang optimal bagi seluruh warga binaan," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah