RADAR GRESIK - Pencarian anak yang hilang misterius di Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik hingga hari ketiga juga belum membuahkan hasil. Namun, sudah ada indikasi bau yang tercium di dekat lokasi kejadian perkara anak kecil itu terlihat.
Pihak BPBD dan Basarnas pada hari ini telah melakukan pencarian terhadap anak kecil dengan menyisir lokasi hilangnya anak kecil tersebut sejauh 10-15 KM namun juga hasilnya nihil.
Dantim Ops Sar Dukun, Eko Aprianto menyampaikan bahwa hari ini tim SAR telah membersihkan beberapa enceng gondok yang masih menancap di sungai.
"Beberapa enceng gondok maupun tumbuhan yang menganggu aliran air ataupun menjadi tempat yang diduga korban bisa tersangkut sudah kami bersihkan," ujarnya.
Proses pencarian ini dilakukan dengan membagi menjadi dua tim dan tidak ada halangan dalam proses pencarian hari ini.
"Tim SAR Pangkah menyisir sungai dari ngaren menuju Ujung pangkah, Basarnas dan MTA mencari di sekitar BGS. Sedangkan BPBD Jawa Timur dan Kabupaten mencari dari lokasi TKP menuju ke BGS," ungkapnya.
Eko mengatakan bahwa setelah jam istirahat, tim SAR yang menyisir di TKP menuju ke BGS merasakan tanda-tanda di salah satu titik dengan radius 1 KM yang diduga korban.
"Ada salah satu titik dekat TKP sekitar radius 1 KM, yaitu enceng gondok masih ada yang menancap yang bisa menjadi tempat menyangkutnya korban dan timbul tanda tanda bau," jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa esok hari, pencarian dilakukan dengan cara membersihkan sekitar 20% sampah atau enceng gondok yang tersisa.
"Besok jadi kita lakukan pengecekan lebih rinci di spot yang menimbulkan bau-bau di enceng gondok dengan radius 1 KM dari TKP yang sekitar 20 persen sisa obstacle atau halangan dalam pencarian. Sehingga nantinya bisa tau apakah itu merupakan korban atau tidak," benernya.
Sebelumnya, Warga Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, digegerkan dengan hilangnya seorang bocah secara misterius. Melalui caption unggahan video akun facebook @NoorMaulidah. "Dugaan sementara anak kecil hilang di area tempat sampah Desa Dukunanyar Gresik".
Dalam unggahannya, bocah tersebut hilang secara misterius sejak Sabtu (31/5), Sekira pukul 06.00 WIB, bocah 9 tahun itu hilang secara misterius diduga keluar rumah setelah waktu sarapan.
Secara ramai-ramai warga setempat bergotong royong melakukan pencarian terhadap bocah tersebut. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil. BPBD Kabupaten Gresik, BPBD Jawa Timur dan Basarnas langsung terjun ke lokasi hilangnya anak tersebut dengan laporan warga.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik F.X. Driatmiko Herlambang, membenarkan hilangnya bocah tersebut.
Dari hasil pendataan, bocah bernama Ahmada Ainunhaq ,9, Warga Desa Dukunanyar setempat diduga tercebur Sungai Bengawan Solo. Dugaan itu menguat lantaran ada jejak sandal dan kaki anak kecil di sekitar bantaran Sungai.
"Dengan jejak sandal dan kaki anak kecil tersebut menguatkan bahwa lokasi terakhir anak kecil tersebut ada di sekitar sungai," pungkasnya.(yud)
Editor : Hany Akasah