RADAR GRESIK - Satreskrim Polres Gresik tengah menyelidiki aksi tiga bocah SD yang terlibat dalam serangkaian pencurian sepeda motor di sejumlah lokasi di Gresik. Ketiga bocah tersebut, berinisial F (12), HR (9), dan NA (10), yang kini berstatus sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), telah dipanggil bersama orang tua mereka untuk dimintai keterangan.
Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al Qarni, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap ketiga bocah tersebut mengungkapkan bahwa mereka melakukan aksi pencurian sepeda motor atas inisiatif mereka sendiri, tanpa ada paksaan atau perintah dari pihak lain.
"Tidak ada yang menyuruh mereka. Ini murni dari mereka sendiri tanpa adanya tekanan dari orang lain," ujar AKP Abid dalam konferensi pers, Rabu (19/3).
Dari pengakuan ketiga ABH, mereka mengaku telah menjual salah satu sepeda motor curian kepada orang tak dikenal seharga Rp 150 ribu. Sementara itu, sepeda motor lainnya belum sempat dijual dan keberadaannya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
"Motor yang lain belum sempat dijual dan masih kami selidiki keberadaannya," jelasnya.
AKP Abid menjelaskan bahwa ketiga bocah tersebut mendorong sepeda motor curian dari lokasi yang berbeda dan kemudian menjualnya dengan harga murah. Empat lokasi kejadian sudah berhasil diidentifikasi oleh polisi. Di antaranya Alun-alun Gresik – Sepeda motor diamankan, namun hilang di parkiran Malik Ibrahim. Sekitar Ramayana motor dijual seharga Rp 150 ribu kepada orang tak dikenal. Di Manyar pihak korban memilih tidak melaporkan kejadian ini. Kemudian, Pulopancikan, Kecamatan Gresik yang menjadi salah satu lokasi pencurian motor.
"Uang hasil penjualan motor digunakan untuk bermain di timezone dan jalan-jalan ke Surabaya," ungkap AKP Abid.
Pihak kepolisian memastikan dalam kasus ini tidak ada keterlibatan orang tua atau pihak lain yang mempengaruhi tindakan ketiga bocah tersebut. Ketiga ABH tersebut mengambil kunci motor secara acak, kemudian menjualnya kepada orang yang mereka temui tanpa adanya arahan khusus.
"Mereka menjual motor secara acak, bertemu dengan orang dan langsung menawarkan untuk dijual," jelas AKP Abid.
Ipda Hendri Hadiwoso, Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, menambahkan bahwa pihaknya telah memanggil orang tua dari ketiga bocah tersebut untuk menjalani pemeriksaan. Orang tua mengaku tidak ada yang menyuruh anak-anak mereka untuk melakukan pencurian motor.
"Para orang tua mengaku tidak ada yang menyuruh anak-anak mereka untuk melakukan aksi curanmor," ujar Ipda Hendri.
Menurut Ipda Hendri, ketiga ABH ini memiliki latar belakang keluarga yang kurang harmonis. Masing-masing dari mereka tinggal bersama kakek, nenek, atau paman, karena orang tua mereka sudah berpisah. Kurangnya pendidikan dan pola asuh yang tepat menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku mereka.
"Kondisi keluarga yang kurang harmonis dan kurangnya pengawasan membuat mereka terlibat dalam tindakan kriminal," pungkas Ipda Hendri.(yud/han)
Editor : Hany Akasah