RADAR GRESIK - Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu memberikan arahan kepada jajarannya dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) selama bulan Ramadan. Arahan ini disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Aula Rupatama SAR Polres Gresik, Senin (3/3).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro, para Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik, serta para Kapolsek jajaran Polres Gresik.
Dalam arahannya, AKBP Rovan Richard Mahenu menyoroti berbagai potensi gangguan keamanan selama bulan suci Ramadan. Beberapa isu yang menjadi perhatian utama.
Di antaranya, perang sarung dan tawuran yang kerap terjadi di beberapa wilayah, aktivitas sound horeg yang dapat mengganggu ketertiban umum. Hingga, potensi gesekan antar kelompok, khususnya antar perguruan pencak silat.
"Kami menegaskan pentingnya peningkatan patroli di wilayah rawan guna mencegah gangguan keamanan," ujar AKBP Rovan, Senin (3/3).
Selain itu, Kapolres Gresik menginstruksikan seluruh jajarannya untuk lebih aktif dalam memanfaatkan media sosial guna menyebarluaskan informasi terkait kegiatan kepolisian.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri serta mempercepat respons terhadap masalah yang berkembang di lingkungan sekitar.
Sebagai bagian dari strategi pencegahan dan pendekatan humanis, AKBP Rovan juga mengimbau jajarannya untuk melaksanakan kegiatan sosial, seperti membersihkan tempat ibadah yang jarang mendapatkan perhatian.
Mendata warga kurang mampu untuk difasilitasi bantuan sosial lebih lanjut. Hingga menindaklanjuti informasi terkait peredaran narkoba dengan segera melaporkan ke Polres Gresik.
"Untuk mengantisipasi potensi konflik, khususnya antar kelompok pencak silat, saya menginstruksikan peningkatan patroli pada jam-jam rawan. Jika suatu wilayah dinilai berpotensi konflik tinggi, Kapolsek wajib segera berkoordinasi dengan Polres Gresik untuk mendapatkan dukungan personel tambahan," tegasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah