RADAR GRESIK- Jajaran Satreskrim Polres Gresik mengamankan tersangka oknum pesilat yang terlibat pengeroyokan.
Tersangka ML ,17, diamankan karena terbukti melakukan pengeroyokan bersama kelompoknya terhadap dua orang warga Kecamatan Menganti.
Dua orang yang menjadi korban yakni Alfian Fahrul Fawaid asal Gantang, Kecamatan Menganti dan Arya Rangga Bima Sakti asal Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti dan harus mendapatkan perawatan akibat luka pada bagian kepala.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan membenarkan pihaknya melakukan penyelidikan. Kasus itu ditangani unit PPA karena pelaku masih di bawah umur.
"Dari hasil pemeriksaan, memang korban memakai kaos dari perguruan silat yang berbeda. Hal itu yang diduga memicu aksi kekerasan," ungkapnya.
Baca Juga: DPRD Gresik Minta Usulan e-RDKK Diperbaiki, Banyak Sawah Milik Petani dari Luar Desa Tidak Terdata
Perwira pertama Polri itu menambahkan, ada satu pelaku yang diamankan. Sementara rekannya yang kabur turut melakukan pengeroyokan masuk dalam daftar DPO.
"Kami mohon waktu untuk proses penyelidikan. Saya mengimbau segera menyerahkan diri karena identitasnya telah dikantongi," tegasnya.
Sekedar diketahui, pedagang pentol di kawasan Jalan Raya Pelemwatu Menganti itu mendadak dikeroyok puluhan pemuda tak dikenal. Kuat dugaan, para pelaku merupakan oknum perguruan silat yang menggelar sweeping di wilayah Gresik Selatan.
Kejadian pengeroyokan itu bermula, korban hendak mengemasi dagangannya untuk pulang ke rumah. Tiba-tiba ada rombongan pemotor sedang berkonvoi. Lalu tiga anggota berhenti tepat di depan gerobak.
Baca Juga: Angkat Cita Rasa Laut , Olya Putri Bawa Aroma Kuliner Bawean ke Meja Makan Gresik
Sebelumnya, korban Arya menjelaskan, kelompok tersebut langsung menunjuk ke arah kaos yang dipakai. Mereka merasa tersinggung, karena berbeda aliran dengan ajaran perguruan yang diikuti komplotan tersebut.
"Saya langsung dipukul dan diseret ke tengah jalan. Rekan-rekannya ikut menghajar saya," ujarnya.
Masih menurut Arya, dirinya hanya bisa pasrah dan berupaya melindungi diri. Bahkan, salah satu pelaku sempat memukulnya menggunakan kursi hingga mengenai kepala.
"Saya dihajar. Beruntung ada warga yang berdatangan untuk melerai. Para komplotan bergegas melarikan diri mengendarai motor," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah