RADAR GRESIK- Penyidik Satreskrim Polres dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik melakukan rekontruksi terkait kasus perampokan dan pembunuhan terhadap korban Wardatun Toyibah ,28, istri Mahfud pada (16/3) di Desa Imaan, Kecamatan Dukun.
Saat rekontruksi pihak Polres Gresik dan JPU Kejari Gresik menghadirkan tersangka Asrofin ,40, merupakan satu dari tiga pelaku perampokan disertai pembunuhan di Desa Imaan, Kecamatan Dukun.
Sementara satu pelaku Sobikhul Alim telah meninggal dunia diduga meminum sianida.
Sedangkan pelaku sekaligus sebagai otak perampokan disertai pembunuhan Ahmad Midhol masih buron atau (DPO).
Diketahui proses rekontruksi digelar di sekitar Asrama Polisi (Aspol) Polres Gresik di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas dan rekontruksi yang dilakukan tersangka Asrofin selama perampokan dan pembunuhan.
Penyidik Kejari Gresik A. A. Ngurah Wirajaya mengatakan ada 27 adegan yang diperagakan oleh tersangka Asrofin.
“Rekontruksi ini dalam rangka memenuhi berkas perkara agar bisa segera dilimpahkan ke persidangan,” ujarnya, Rabu (3/7).
Dari rekontruksi itu, tampak jelas keterlibatan Asforin pada perampokan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik.
Ia berperan memantau lokasi kejadian dengan berpura-pura menjadi pelanggan toko, mencongkel pintu belakang rumah korban menggunakan linggis, hingga mengobrak-abrik toko.
Asrofin yang ditangkap pada April 2024 lalu, juga bertugas membuang barang bukti yang digunakan selama perampokan.
Diantaranya linggis, karung, tali, dan HP milik korban. Barang-barang itu dibuang di kawasan aliran Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Dukun.
Usai menjalankan aksinya, ketiga pelaku juga berkumpul di kamar Midhol.
Salah satunya untuk merencanakan pelarian serta pembagian hasil perampokan sadis tersebut.
Betapa tidak, mereka berhasil menggondol uang sekitar Rp 150 juta dan satu buah HP.
Sementara itu, tersangka Asrofin mengatakan mengaku hanya mngikuti perintah pelaku yang masih kabur (DPO) Midhol.
“Dari hasil kejahatan hanya mendapat bagian Rp 8 juta dan handphone, itu pun diberi Midhol yang membagikanya,” ucapnya.
Asrofin menjelaskan uang jatah miliknya untuk membeli narkoba sabu-sabu. Saat ditanya keberadaan Midhol dirinya mengaku tidak mengetahui keberadaan dan posisi Midhol sekarang ini.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan melalui Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik Iptu Erik Panca mengungkapkan pihaknya masih melakukan pengejaran dan memburu pelaku utama yang masih (DPO) Midhol.
“Pihak kami masih terus melakukan pencarian dan penyelidikan untuk menangkap Midhol,” ungkapnya.
Sebelumnya, aksi perampokan dan pembunuhan sadis terjadi di rumah Mahfud ,42, Desa Ima'an, Dukun, Gresik.
Korbannya yakni Wardatun Toyibah ,28, istri Mahfud dan uang Rp 150 juta dan HP yang berada di laci amblas digasak kawanan perampok.
Pelaku Sobikhul Alim sebelumnya juga pernah dipanggil sebagai saksi. Sobikhul Alim dan Asrofin mendapatkan uang senilai Rp 8 Juta usai melakukan perampokan dan pembunuhan kepada Wardatun Thoyyibah.
"Kami meminta masyarakat yang mengetahui bisa melapor ke nomor WhatsApp 082144778500," jelasnya.
Ciri-ciri pelaku utama memiliki tinggi badan kurang lebih 165 centimeter, kulit sawo matang dan rambut ikal/botak. Apabila melihat, menemukan atau mengetahui harap menghubungi 082144778500.(yud/han)
Editor : Hany Akasah