RADAR GRESIK-Sosok perempuan dan keluarganya yang terekam video viral menghentikan ibadah doa di Cerme Gresik diburu netizen. Ternyata, perempuan itu adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMAN 1 Cerme. Gresik.
Sekedar diketahui, alam Kenaikan Isa Al Masih pada 8 Mei menjadi momen tidak terlupakan bagi jemaat Kristiani Benowo Surabaya di Perumahan Cerme Indah (PCI) Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Jemaat menggelar Ibadah doa di kediaman Hormali Sirait (Manurung) di Perum Cerme Indah RT 03/11, Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Sayang, ibadah doa itu terpaksa berhenti setelah Yoyok dan Yayik Susilawati bersama seorang orang laki-laki menghentikan ibadah tersebut.
Seketika Polsek Cerme serta Forkopimcam Cerme menggelar mediasi di Balai Desa Betiting pada Kamis (9/) malam. Beberapa poin kesepakatan dihasilkan terkait penghentian ibadah jemaat Kristiani di Perum Cerme Indah. Hasil kesepakatan bahwa kedua belah pihak saling menghormati dan menghargai serta saling memaafkan tanpa paksaan.
Penelusuran JawaPos.com, Yayik Susilawati merupakan salah satu pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di SMA Negeri 1 Cerme. Hal itu terlihat dari website resmi SMA Negeri 1 Cerme Gresik. Yakni di laman https://smanic.sch.id/gtk/yayik-susilawati/. Status Yayik tertulis sebagai PNS dengan jabatan tenaga administrasi di SMA Negeri 1 Cerme.
Sebelumnya, Yayik Susilawati bersama suaminya membubarkan ibadah doa malam Kenaikan Isa Al Masih pada 8 Mei. Video rekaman Yayik itu pun tersebar luas di media sosial. Terlihat wajah Yayik emosi bersama suaminya. Jemaat Kristiani GPIB Benowo Surabaya.
Malam itu, jemaat menggelar ibadah doa di kediaman Hormali Sirait (Manurung) di Perum Cerme Indah RT 03/11, Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
-Sosok perempuan dan keluarganya yang terekam video viral menghentikan ibadah doa di Cerme Gresik diburu netizen. Ternyata, perempuan itu adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMAN 1 Cerme. Gresik.
Sekedar diketahui, alam Kenaikan Isa Al Masih pada 8 Mei menjadi momen tidak terlupakan bagi jemaat Kristiani Benowo Surabaya di Perumahan Cerme Indah (PCI) Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Jemaat menggelar Ibadah doa di kediaman Hormali Sirait (Manurung) di Perum Cerme Indah RT 03/11, Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Sayang, ibadah doa itu terpaksa berhenti setelah Yoyok dan Yayik Susilawati bersama seorang orang laki-laki menghentikan ibadah tersebut.
Seketika Polsek Cerme serta Forkopimcam Cerme menggelar mediasi di Balai Desa Betiting pada Kamis (9/) malam. Beberapa poin kesepakatan dihasilkan terkait penghentian ibadah jemaat Kristiani di Perum Cerme Indah. Hasil kesepakatan bahwa kedua belah pihak saling menghormati dan menghargai serta saling memaafkan tanpa paksaan.
Penelusuran JawaPos.com, Yayik Susilawati merupakan salah satu pegawai negeri sipil (PNS) di SMA Negeri 1 Cerme. Hal itu terlihat dari website resmi SMA Negeri 1 Cerme Gresik. Yakni di laman https://smanic.sch.id/gtk/yayik-susilawati/. Status Yayik tertulis sebagai PNS dengan jabatan tenaga administrasi di SMA Negeri 1 Cerme.
Sementara itu, dari penelusuran Instragram, Yayik Susilawati update terakhir di tahun 2020. Staf TU itu juga aktif sebagai instrauktur zumba dan melatih di berbagai kegiatan, baik pemerintahan maupun swasta.
Sebelumnya, Yayik Susilawati bersama suaminya membubarkan ibadah doa malam Kenaikan Isa Al Masih pada 8 Mei. Video rekaman Yayik itu pun tersebar luas di media sosial. Terlihat wajah Yayik emosi bersama suaminya. Jemaat Kristiani GPIB Benowo Surabaya.
Malam itu, jemaat menggelar ibadah doa di kediaman Hormali Sirait (Manurung) di Perum Cerme Indah RT 03/11, Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cerme Indah Nusa Rini membenarkan, yang bersangkutan adalah staf TU di sekolahnya. "Permasalahan sudah dimediasi dan selesai. Hanya miskomunikasi," pungkas Indah. (rir/han)
Editor : Hany Akasah