RADAR GRESIK - Polres Gresik memastikan otak pelaku perampokan dan pembunuhan Wardatun Thoyyibah, di Desa Imaan Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik masih berkeliaran saat Lebaran.
Pasalnya, hingga kini Ahmad Midhol , sang otak pelaku pembunuhan belum juga tertangkap.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, pihaknya eudwh
mengamankan satu dari tiga pelaku perampokan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.
Saat ini, polisi masih memburu pelaku utama perampokan sadis ini adalah Ahmad Midhol.
"Midhol sampai saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kami masih memburu yang bersangkutan," kata
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.
Ahmad Midhol merupakan tetangga dekat korban. Pelaku masuk ke kamar korban, lalu mencuri uang tunai sekitar Rp 160 juta dan menghabisi nyawa Wardatun Toyibah dengan menusukkan pisau ke dada dan leher korban.
Menurutnya, ada tiga pelaku dalam kasus ini. Yakni Asrofin, Ahmad Midhol dan Sobikhul Alim yang diduga bunuh diri di Kebun Jagung, Desa Wotan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, beberapa minggu lalu .
Pihaknya juga meminta masyarakat yang mengetahui bisa melapor ke nomor WhatsApp 082144778500.
Ciri-ciri pelaku utama memiliki tinggi badan kurang lebih 165 centimeter, kulit sawo matang dan rambut ikal/botak. Apabila melihat, menemukan atau mengetahui harap menghubungi 082144778500.
Sebelumnya, aksi perampokan dan pembunuhan sadis terjadi di rumah Mahfud (42), Desa Ima'an, Dukun, Gresik.
Korbannya yakni Wardatun Toyibah (28), istri Mahfud dan uang Rp 160 juta dan HP yang berada di laci amblas digasak kawanan perampok.
Pelaku Sobikhul Alim sebelumnya juga pernah dipanggil sebagai saksi. Sobikhul Alim dan Asrofin mendapatkan uang senilai Rp 8 Juta usai melakukan perampokan dan pembunuhan kepada Wardatun Thoyyibah.
Sementara itu, usai jadi saksi, Sobikhul diduga melakukan bunuh diri dengan menenggak racun sianida. (yud/han)
Editor : Hany Akasah