Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pelanggan Bisnis Prostitusi Dari Kalangan ASN hingga BUMN, Transaksinya Bisa lewat Sekuriti Apartemen Gresik

Hany Akasah • Kamis, 2 November 2023 | 14:55 WIB

 

 

Ilustrasi
Ilustrasi

 

RADAR GRESIK-Kasus bisnis prostitusi online pernah santer menjadi buah bibir di tengah masyarakat pada tahun 2021 hingga 2022 silam.

Pihak pemilik gedung pun sudah mengetahui hal tersebut dan pernah melakukan penyisiran terhadap penyewa unit. Namun lagi-lagi bisnis prostitusi online tetap awet lantaran melibatkan sejumlah pihak termasuk oknum securiti.

Hasil investigasi dari Radar Gresik, terjadinya praktik prostitusi online di apartemen pernah dilaporkan langsung kepada Direktur PT Raya Bumi Nusantara Permai (RBNP) pada bulan Juni tahun 2022.

Saat itu, tim Radar Gresik mendapatkan tawaran dari salah satu oknum securiti untuk menggunakan jasa pemuas nafsu dengan tarif kencan Rp 500 ribu untuk durasi 3 jam dan Rp 2 juta untuk tarif 12 jam. Nah rata-rata dalam satu malam mereka bisa melayani 3 sampai 4 tamu.

Dalam menjalankan bisnisnya, para Pekerja Seks Komersial (PSK) biasanya telah menyewa unit apartemen selama 3 bulan. Nah, untuk mengelabui manajemen gedung mereka mengaku bekerja di sebuah perusahaan di kawasan Manyar. Sedangkan agar tamu kencan bisa naik ke kamar, mereka biasanya janjian di lobby apartemen.

"Disini aman karena kita sudah di backup satpam. Biasanya kasih uang rokok saja," kata AWS, 28, salah satu PSK yang ditemui Radar Gresik di area kolam renang kala itu.

Menurut AWS, securiti tidak hanya bertugas mengamankan melainkan juga nyambi jadi marketing untuk mencarikan tamu berkencan. Meski demikian, belakangan informasi yang didapat oknum securiti yang berprofesi ganda tersebut sudah tidak bekerja lagi di Apartemen Icon Mall.

Lebih lanjut AWS, bercerita jika pelanggan yang menggunakan jasanya rata-rata dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sejumlah karyawan BUMN yang ada di Gresik. Untuk tamu dari kalangan pengusaha atau mahasiswa diakuinya jarang dengan dalih beda segmen.

"Kalau ASN dan BUMN itu mungkin karena tidak mau jauh dari rumah. Jadi cukup singkat saja yang penting hajatnya terlaksana," imbuhnya.

Yang tidak kalah mencengangkan, dalam menjalankan aksinya rupanya S tidak sendiri. Diakui ada 5 orang temannya di kamar yang berbeda juga melakukan pekerjaan yang sama. Nah, untuk memudahkan dalam pengawasan biasanya mereka tinggal dalam unit yang berada satu lantai.

"Kami semua saling kenal dan tau. Securiti disini juga tau mereka teman-teman karena kami sudah sejak awal koordinasi," tandasnya.

Saat Radar Gresik melakukan konfirmasi ke Direktur PT Raya Bumi Nusantara Permai (RBNP), David Yurianto dia mengaku kaget jika apartemen yang dikelolanya dijadikan transaksi bisnis esek-esek. Dia pun bergerak cepat meminta agar pengelola gedung melakukan pengecekan kepada seluruh penghuni apartemen. Anehnya hasil dari penulusuran itu disebut nihil.

"Kalau unit apartemen itu dibuat prostitusi tentu kami tidak paham. Yang tahu justru pemilik unit dan penyewa," kata David.

Meski demikian, RBNP selaku pemilik kawasan berkomitmen untuk menjaga Gresik agar bebas dari praktek asusila melalui berbagai langkah. Mulai dari memasang sistem keamanan yang ketat, seperti CCTV dan kartu akses.

Sebelumnya diberitakan anggota Satreskrim Polres Gresik melakukan penggrebekan bisnis protitusi online di salah satu kamar apartemen milik Icon Mall. Polres mengamakan mucikari berinisial N ,23, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Serta empat PSK sebagai korban berinisial R, D, SF dan SA. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Unit Tipidter Satreskrim Polres Gresik (fir/han)

Editor : Hany Akasah
#sekuriti #apartemen #gresik #online #Prostitusi #Icon mall