Saat di konfirmasi, Kanitreskrim Polsek Gresik Kota Ipda Azis membenarkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangan terhadap dua guru dari bidang kesiswaan SMKN 1 Cerme.
Baca Juga : Disparekrafbudpora Gresik Bakal Pasang Imbauan di Tribun WEP
Hasilnya dua guru kesiswaan menyampaikan bawa pihak kepala sekolah memberikan izin dan menyetujui kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut diserahkan kepada pihak panitia.
"Kepala sekolah hanya mengetahui sekilas dan hanya diberitahu dari panitia terkait kegiatan tersebut dan diizinkan," ujarnya, Jumat (6/1).
Selanjutnya, pihaknya juga memanggil lagi dua teman suporter korban yang sebelumnya belum datang. "Dari pihak koordinator suporter sudah dipanggil dan dimintai klarifikasi,” kata Aziz.
Hasilnya waktu itu pertandingan sudah selesai kemudian korban saat itu berada di tengah - tengah tribun kemudian turun dengan menurun anak tangga yang berada di tengah tempat duduk tribun dengan melangkah secara cepat. Korban kemudian menuruni dua anak tangga guna menghampiri pemain lawan yang saat itu berada di bawah tribun saat pertandingan selesai. Namun korban kebablasan hingga terjatuh melewati pagar pembatas di tribun atas.
Baca Juga : Jatuhnya Pelajar di WEP, Polisi Periksa Lima Saksi Panitia
"Korban saat itu tidak menaiki pagar pembatas namun turun secara cepat hingga berakibat keluar pagar pembatas tribun dan terjatuh di lantai dasar, "pungkasnya.
Usai tragedi supiorter jatuh pihak Dinas Disparekrafbudpora Gresik melalui pengelolaan Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) sudah memasang imbauan larangan untuk menaiki pagar pembatas tribun di gedung WEP dua agar tidak ada lagi suporter bola naik ke pagar pembatas tribun.(yud/han) Editor : Hany Akasah