Di Pelabuhan Maspion, Imam Sofii ,40, teknisi warga asal Dupak Bangunsari 6/18 RT 008 RE 004, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya meregang nyawa kecelakaan kerja di atas kapal KM. Fatimah V yang sedang berlabuh di Arus Pelayaran Barat Surabaya (APBS) depan Pelabuhan Maspion, Kecamatan Manyar, Senin (8/8).
Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan peristiwa naas di Pelabuhan JIIPE terjadi sekitar 16.30 WIB, Senin (8/8). Saat itu, korban Rosyad melakukan pekerjaan bongkar muat di kapal. Tiba-tiba muatan runtuh dan mengenai tubuh korban. “Korban pun meninggal dan mengalami luka dibagian kepala dan dada,” ujarnya, Selasa (9/8).
Kecelakaan kerja serupa terjadi di juga Pelabuhan Maspion. Kepala Satpolairud Polres Gresik Akp Poerlaksono mengatakan, kecelakaan terjadi pada Senin (8/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Awalnya, datang tiga orang teknisi darat dari PT. Samas Tunggal Agung Perkasa dengan menggunakan perahu service yaitu Eko Januariyanto, Aspandi dan Imam Sofi'i.
Ketiganya menaiki kapal KM. Fatimah V di Arus Pelayaran Barat Surabaya (APBS) depan Pelabuhan Maspion, Kecamatan Manyar untuk memperbaiki block crane Kapal KM. Fatimah V sekitar pukul 16.30 WIB.
Boom crane terjatuh menimpa dua orang yaitu Rico Herlambang juru mudi Kapal KM. Fatimah V. Riko mengalami luka memar pada bagian punggung dan luka tangan sebelah kiri sedangkan Imam Sofi'i seorang teknisi darat meninggal dunia di tempat kejadian.
Boom Crane yang mengenai kepala Imam. "Masih dilakukan Pelelidikan dan Penyidikan lebih lanjut dan tidak ada tanda kekerasan murni laka kerja, " ujarnya Selasa (8/8).
Kepala Desa Sidokumpul Ahmad Asyhar mengatakan, korban kecelakaan kerja di JIIPE sudah dikebumikan pukul 08.00 WIB, Selasa (9/8). Sementara itu, pihak perusahaan juga masih melakukan investigasi terkait kronologi insiden tersebut.
Baca juga : Percikan Api Blower Sambar Enam Pekerja Alami Luka Bakar 80 Persen
Seperti yang disampaikan Manager ComDev/CSR PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Pengelola JIIPE Mifti Haris. “Kami investigasi terlebih dahulu, informasi lebih lanjut akan segera disampaikan," pungkas Haris.(yud/han) Editor : Hany Akasah