Kepala Bidang (Kabid) Trantibun Satpol PP Gresik, Sulyono mengatakan, bahwa berdasarkan laporan dari warga, Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik sering digunakan tempat prostitusi terselubung di warkop atau cafe tersebut. Akhirnya Satpol PP bergerak cepat dan melakukan penyisiran di dua jalan yaitu di Jalan Betiring dan Jalan Noto Prayitno Gresik.
"Enam perempuan diantaranya satu pemilik warung dan lima penjaga warung,"kata Sulyono, Selasa, (8/3).
Enam orang yaitu Sri Ariyanti pemilik warung, Erna Andasudjiati penjaga warung, Mujiati penjaga warung, Ana Jamilah penjaga warung, Anistian penjaga warung dan Puspita Fadhila Putri penjaga warung. Dalam penyisiran kemarin banyak bilik -bilik kamar terdapat 4 kamar di dalam warkop di Betiring Banjarsari Cerme yang dibuat prostitusi. Selain itu juga di area warkop Betiring bukan hanya PSK saja tetapi banyak ditemukan botol miras jenis bir habis pakai. Selanjutnya banyak wanita setengah baya yang nongkrong di depan warkop menunggu dan menggaet pelanggan.
Yang lebih heboh lagi, ada pria telanjang keluar dari kamar dan langsung melarikan diri ke semak - semak belukar, sedangkan wanitanya masih di dalam kamar. "Yang cowok langsung kabur ke semak - semak belukar dan sedangkan wanitanya masih di kamar dan langsung diamankan,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Gresik, Suprapto mengatakan, bahwa keenam perempuan tersebut langsung dibawa ke Mako Satpol PP untuk dilakukan pembinaan. Dalam pembinaan dilakukan penegakan Perda kependudukan dan ada yang tidak membawa identitas. Sedangkan yang tidak membawa identitas langsung di bawah ke selter Dinas Sosial (Dinsos) Cerme Gresik untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. "Iya hanya satu yang dibawa ke selter Dinsos Cerme yaitu Ana Jamilah dan lainnya di pulangkan,"ungkapnya. (jar/han) Editor : Hany Akasah