Korban menuturkan, saat kejadian dirinya sedang berjaga karena curah hujan yang cukup deras membuat air mengalir deras di belakang rumah, kejadian ini bukan pertama kalinya sudah dua kali mengalami hal yang serupa, namun, kejadian ini lebih parah daripada kejadian sebelumnya.
"Kerusakan pada bagian tembok akibat diguyur hujan deras," ujarnya.
Sulaimano mengungkapkan, Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun rumahnya mengalami rusak berat. Menurutnya ambruknya dinding rumah ini diduga adanya pergerakan tanah. Hujan deras yang terus mengguyur membuat tanah menjadi labil sehingga terjadi pergeseran”, katanya
Sementara itu, Kepala Dusun setempat, Kastolani menjelaskan meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian cukup besar. Sebab, kerusakan rumah pada dinding bagian belakang masuk kategori berat (07/10).
“Sekarang warga melakukan gotong-royong membantu pemilik rumah membereskan barang-barang dan membersihkan reruntuhan tembok rumah,” katanya.
Kastolani mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat menghadapi cuaca saat ini. Curah hujan yang tinggi menimbulkan potensi bencana longsor dan pergerakan tanah di beberapa wilayah di Bawean. (fir/rof) Editor : Hany Akasah