RADAR GRESIK - Menjabat sebagai Direktur Utama Petrokimia Gresik per tanggal 25 Agustus 2020, Dwi Satriyo Annurogo tidak hanya mengantarkan kinerja keuangan perusahaan terbaik sepanjang sejarah.
Di masa kepemimpinannya ini pula, Petrokimia Gresik bisa memperoleh PROPER EMAS yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dalam pengelolaan lingkungan.
Capaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan atau PROPER dengan kategori EMAS tahun 2023 ini merupakan yang ketiga diraih Petrokimia Gresik selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2021.
Secara simbolis penghargaan PROPER EMAS terakhir diserahkan oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin di Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Dwi Satriyo menyampaikan bahwa PROPER EMAS ini memang yang tertinggi, tapi upaya Petrokimia Gresik dalam pengelolaan lingkungan bukan berarti berhenti di titik ini.
Komitmen ini harus terus ditingkatkan, karena semakin baik pengelolaan lingkungan hidup sebuah perusahaan, maka semakin banyak dampak positif yang bisa diberikan maupun didapatkan. “Petrokimia Gresik tiap tahunnya harus terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan,” ujar Dwi Satriyo.
Ia menambahkan, PROPER mendorong setiap aktivitas bisnis tidak sekadar pemenuhan ketaatan terhadap peraturan lingkungan hidup, tapi juga menjadi platform bagi praktik bisnis berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau. Kriteria penilaian PROPER tiap tahun kian kompleks mengikuti kebutuhan dan tuntutan zaman.
"Petrokimia Gresik sebagai anggota holding, senantiasa mendukung Pupuk Indonesia untuk menjadi perusahaan go global dengan mengedepankan wawasan lingkungan. Pencapaian PROPER EMAS ini menjadi bukti jika pengembangan perusahaan selaras dengan kelestarian lingkungan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat," tandas Dwi Satriyo.
Adapun salah satu program andalan Petrokimia Gresik yang juga mendukung perusahaan memperoleh PROPER EMAS adalah program Community Development (Comdev) Lingkungan Peternakan Sapi Terintegrasi (Literasi) yang ada di Desa Sumbersari, Kec. Sambeng, Kab. Lamongan, Jawa Timur.
Program yang bertransformasi menjadi Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) ini terbukti tidak hanya membawa kesejahteraan anggota dan berdampak positif bagi pelestarian lingkungan, tapi juga mampu memberikan manfaat dan menginspirasi stakeholder pertanian maupun peternakan.
Petrokimia Gresik sendiri telah melakukan pendampingan peternak sapi di Sumbersari ini sejak tahun 2018. Program ini sejak awal difokuskan pada peningkatan kapasitas pengelolaan ternak, penciptaan produk olahan limbah ternak, pengembangan usaha kelompok, serta penguatan manajemen kelompok. Kini terus berkembang menjadi pusat pembelajaran.
Selain itu, tambah Dwi Satriyo, Petrokimia Gresik juga memiliki sejumlah program untuk mewujudkan industri hijau. Antara lain melakukan efisiensi energi, dekarbonisasi, pengematan dalam pemanfaatan air, dan lainnya.
Terakhir, ia pun memastikan, capaian PROPER EMAS ini akan memotivasi seluruh Insan Petrokimia Gresik untuk terus berinovasi menciptakan breakthrough di bidang pengelolaan lingkungan. Sehingga masyarakat semakin merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan.
"Dengan capaian ini, standardisasi Petrokimia Gresik dalam pengelolaan lingkungan juga akan terus ditingkatkan. Hal ini tentunya akan didorong dengan inovasi-inovasi untuk masa depan bersama lebih baik lagi," tutupnya.
Editor : Hany Akasah