Dugaan Perundungan Santri Ponpes di Dukun Gresik Viral, Punggung Disetrika Sesama Teman

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 22:16 WIB
LUKA BAKAR :  Sebuah unggahan foto yang diduga perundungan disertai kekerasan terhadap seorang santri di lingkungan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Dukun, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
LUKA BAKAR : Sebuah unggahan foto yang diduga perundungan disertai kekerasan terhadap seorang santri di lingkungan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Dukun, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Sebuah unggahan foto yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan (bullying) disertai kekerasan fisik terhadap seorang santri di lingkungan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, mendadak viral di media sosial.

Unggahan tersebut langsung memantik simpati sekaligus kecaman publik hingga diserbu ratusan komentar warga net.

Dalam foto yang beredar luas, seorang anak laki-laki terlihat mengalami luka bakar cukup parah di bagian punggung sebelah kiri serta area tangan kanan. Luka membekas tersebut diduga kuat akibat tempelan benda panas berupa setrika.

Baca Juga: Gudang Penggilingan Plastik di Tenaru Driyorejo Terbakar, Dua Truk dan Satu Motor Ikut Hangus

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan aksi penganiayaan tersebut dilakukan oleh rekan sesama santri di ponpes tempat korban menimba ilmu. Ironisnya, korban ditenggarai telah mengalami perlakuan kasar serupa sebanyak dua kali.

Salah satu pengguna media sosial dengan akun Ziya, yang mengaku sebagai pihak keluarga korban, membeberkan bahwa dugaan kekerasan pertama kali dialami korban di area sekitar telinga hingga pelipis. Sedangkan insiden kedua mengakibatkan luka bakar menyakitkan sebagaimana foto yang tersebar.

Menurut narasi akun tersebut, korban diduga takut dan tidak berani terus terang menceritakan intimidasi yang dialaminya kepada keluarga. Bahkan saat orang tua korban datang menjenguk ke ponpes pada hari Jumat lalu, korban masih memilih bungkam.

Baca Juga: Siap Kerja di Era Global, Lulusan Wisuda ke-49 UMG Kantongi Peluang Karier Lewat Kolaborasi PT STL

Keluarga baru mendapati kondisi memprihatinkan tersebut setelah pihak pengurus ponpes menghubungi orang tua korban pada hari Senin, meminta agar korban dijemput lantaran mengalami demam tinggi. Setibanya di rumah, keluarga curiga melihat luka di tangan korban dan kaget saat memeriksa seluruh area tubuh buah hatinya.

Hingga saat ini, kronologi detail serta motif di balik penganiayaan tersebut masih simpang siur. Pihak kepolisian pun mengonfirmasi belum menerima laporan resmi secara tertulis dari pihak korban maupun keluarga.

Kendati demikian, merespons kegaduhan di tengah masyarakat, Jajaran Polsek Dukun bergerak cepat turun ke lapangan untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Raih JATIM SPORT1V, Konsisten Dorong Prestasi Olahraga

Kapolsek Dukun, AKP Suhari, menegaskan bahwa jajarannya langsung melakukan langkah penyelidikan awal (penyelidikan lapangan) guna memverifikasi tempat kejadian perkara dan kondisi korban.

"Secara resmi laporan memang belum masuk ke kami. Namun, menanggapi informasi yang beredar di masyarakat, personel kami segera turun untuk melakukan penyelidikan," ujar AKP Suhari saat memberikan keterangan.

Pihak kepolisian selanjutnya akan memanggil dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait—mulai dari pengurus pondok pesantren, saksi-saksi, hingga keluarga korban—guna memastikan penyebab pasti luka bakar yang dialami santri tersebut. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Viral Ponpes perundungan gresik Dukun