RADAR GRESIK – Pergelaran pesta rakyat konser orkes dangdut Adella di Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, mendadak berubah menjadi arena kericuhan mencekam, Rabu (26/8).
Bentrokan antarkelompok penonton yang berujung aksi baku hantam membuat aparat keamanan bertindak tegas dengan membubarkan konser demi mencegah eskalasi bentrokan yang lebih luas.
Insiden tersebut sempat terekam kamera warga dan mendadak viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kerumunan penonton saling serang dan melempar benda keras di tengah kerumunan.
Baca Juga: Respons Aspirasi Massa, Ketua DPRD Gresik Siap Kirim Surat Dukungan RUU Perampasan Aset ke Pusat
Mendapati situasi yang kian tidak kondusif, petugas keamanan gabungan bersama jajaran kepolisian langsung mengambil langkah cepat untuk mengamankan lokasi dan menghentikan total pertunjukan.
Kapolsek Dukun, Kompol Slamet Priyono, membenarkan terjadinya kericuhan dalam pergelaran orkes melayu tersebut. Ia mengungkapkan, pihak kepolisian sebenarnya telah memetakan potensi kerawanan sebelum acara digelar, terkait adanya potensi perselisihan yang melibatkan oknum Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal desa setempat.
"Memang sebelumnya sudah ada ancaman mau tawuran di orkes Adella di Dukun, para TKI asal Desa Wonokerto," terang Slamet.
Baca Juga: Dorong Entrepreneur Muda Bali, Nila Yani Imbau Perguruan Tinggi Beradaptasi dengan Era Digital
Slamet menegaskan, konser terpaksa dibubarkan secara paksa sekitar pukul 16.00 WIB. Keputusan tersebut diambil lantaran keributan mendadak pecah ketika penyanyi baru membawakan awal lagu.
"Sekitar jam 16.00 dibubarkan, karena baru satu lagu sudah berkelahi. Ditambah satu lagu lagi akhirnya dibubarkan," jelasnya.
Dampak dari kericuhan tersebut, seorang pemuda dilaporkan mengalami luka cukup serius di bagian kepala akibat terkena pukulan atau lemparan benda keras. Korban langsung mendapatkan penanganan medis darurat dari petugas di lokasi sebelum dievakuasi menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Dorong Efisiensi Administrasi Sekolah, Dinas Perpustakaan Gresik Masifkan Aplikasi SRIKANDI ke SD
Pasca pembubaran massa secara terukur oleh jajaran kepolisian, area lokasi pertunjukan berhasil dikosongkan dan situasi di Desa Wonokerto kembali dalam kondisi aman serta terkendali. (yud/han)
Sumber : Radar Gresik