Dituduh Peras Warga Terduga Judol, Dua Oknum Polisi Nyaris Babak Belur Dikepung Massa di Panceng Gresik

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 18:49 WIB
BERKUMPUL : Ratusan warga saat berkumpul di Balai Desa Petung, Kecamatan Panceng, Gresik usai dua oknum polisi terebut diamankan pihak berwajib dari amukan masa. (Foto : Ist/Radar Gresik)
BERKUMPUL : Ratusan warga saat berkumpul di Balai Desa Petung, Kecamatan Panceng, Gresik usai dua oknum polisi terebut diamankan pihak berwajib dari amukan masa. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Dua oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Duduksampeyan nyaris menjadi sasaran amuk massa di Desa Petung, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Warga yang tersulut emosi mengepung kedua oknum tersebut lantaran diduga melakukan aksi pemerasan terhadap warga setempat dengan tuduhan terlibat jaringan judi online (judol).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat kedua oknum polisi berinisial P dan D mendatangi rumah tiga pemuda di Desa Petung yang dituding terlibat jaringan judi slot. Dalam penanganan tersebut, ketiga pemuda diduga dimintai uang damai yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah per orang.

Baca Juga: Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Gresik Obral Diskon PBB-P2, BPHTB, dan Bebaskan Denda Pajak Daerah

Aksi tersebut berlanjut pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Kedua oknum polisi itu kembali mendatangi rumah warga lain di desa setempat untuk meminta uang tambahan dengan modus serupa. Tanpa mereka sadari, gerak-gerik keduanya telah dipantau oleh warga yang curiga.

Salah seorang warga Desa Petung berinisial HZ mengungkapkan, warga yang sudah saling berkoordinasi langsung mengawasi langkah kedua oknum aparat tersebut.

“Awalnya ada tiga warga yang didatangi dan dituding jaringan judol, lalu masing-masing dimintai uang damai. Tadi malam dua oknum polisi itu datang lagi ke rumah warga lain untuk meminta uang tambahan. Warga yang sudah kompak akhirnya diam-diam mengikuti mereka,” ujar HZ.

Baca Juga: Tanggapi Keluhan Warga, DPRD Gresik Apresiasi Gerak Cepat Tim URC DPUTR Perbaiki Jalan di Ujungpangkah

Guna menghindari kegaduhan di rumah pemukiman, pihak keluarga korban kemudian mengajak kedua oknum polisi tersebut melakukan mediasi di Balai Desa Petung.

Namun, setibanya di lokasi, ratusan warga yang emosional langsung menyemut dan mengepung area balai desa. Beruntung, personel kepolisian bergegas tiba di lokasi untuk melerai serta mengamankan kedua oknum dari amuk massa.

Saat dikonfirmasi mengenai dugaan keterlibatan dua anggotanya dalam aksi pemerasan tersebut, Kapolsek Duduksampeyan AKP Bakri tidak memberikan penjelasan rinci.

Baca Juga: Lepas Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Menganti, Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan Ajak Warga Jaga Persatuan dan Jauhi Narkoba

"Ke Humas Polres Gresik saja, Mas," ujar AKP Bakri singkat.

Sementara itu, Kepala Desa Petung, Muhammad Mas'ud, membenarkan adanya insiden keramaian di wilayah desanya. Kendati demikian, ia mengaku belum mengetahui kronologi detail lantaran sedang menghadiri agenda lain.l

"Benar ada kejadian tersebut. Namun untuk kronologi jelasnya saya belum tahu pasti, karena semalam sedang menghadiri acara tasyakuran kemerdekaan di desa," jelas Mas'ud.

Baca Juga: Cegah Polarisasi di Era Digital, Polres Gresik Gandeng Mahasiswa dan Tokoh Masyarakat Merawat Persatuan

Kini, kedua oknum anggota Polsek Duduksampeyan berinisial P dan D telah diamankan oleh Sie Propam Polres Gresik untuk menjalani proses pemeriksaan intensif guna mengusut tuntas dugaan pelanggaran tersebut. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Polsek gresik duduksampeyan PANCENG judol