RADAR GRESIK – Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani, menghadiri puncak rangkaian Haul KH. Ibrahim Tamim ke-76, KH. Ach. Wahib Tamim ke-43, dan KH. Muchtar Djamil ke-4 yang digelar di Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Minggu (26/7/2026) malam.
Rangkaian haul tiga ulama kharismatik tersebut berlangsung khidmat selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat (24/7/2026) hingga Minggu (26/7/2026). Berbagai kegiatan keagamaan digelar, mulai dari ziarah kubur, tahlil, khotmil Qur'an, hadrah, hingga puncaknya Majelis Semaan Al-Qur'an Al-Ittihad.
Dalam sambutannya di hadapan ribuan jamaah yang memadati sepanjang Jalan H. Samanhudi, Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani menyampaikan bahwa menghadiri majelis haul merupakan wujud bakti seorang anak dan santri untuk mendoakan para guru serta meneladani jejak perjuangannya.
"Berkah itu mboten saget diakal (tidak bisa dirasionalisasi pakai akal), berkah itu tempatnya di hati. Yang tadinya hatinya gelisah, dengan mengikuti majelis ilmu seperti ini hatinya menjadi tenang. Niat kita hadir ngaji di sini semoga mendapatkan barokah serta ilmu yang bermanfaat bagi diri kita dan keluarga," tutur Gus Yani.
Ia juga mendoakan seluruh jamaah yang hadir agar senantiasa diberikan keistiqamahan dalam menuntut ilmu dan dilapangkan segala urusannya.
Perwakilan keluarga almarhum, Gus Taqim, menyampaikan bahwa haul ketiga ulama besar Bedilan ini merupakan agenda rutin tahunan setiap bulan Safar. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merawat tradisi keilmuan dan menghormati jasa para ulama terdahulu.
"Rangkaian acara diawali dengan ziarah, hadrah, khotmil Al-Qur'an, tahlil, dan puncaknya Semaan Al-Qur'an Al-Ittihad. Semoga kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kecintaan kita kepada ulama serta melestarikan kesinambungan perjuangan beliau-beliau," jelas cicit KH. Muchtar Djamil tersebut.
Sementara itu, Ketua Panitia Haul, M. Fahrul Ushuludin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, donatur, serta warga Kelurahan Bedilan yang telah bergotong-royong menyukseskan gelaran keagamaan tersebut.
Apresiasi senada disampaikan oleh pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik yang juga murid KH. Muchtar Djamil, H. Mohammad Tajuddin. Menurutnya, memperingati haul seorang guru merupakan proses 'pengisian ulang' energi spiritual bagi para santri.
"Haul adalah bukti mahabbah (rasa cinta) kepada guru, sarana meneladani jejak perjuangannya, mengharap keberkahan, menjaga sanad keilmuan, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat," pungkasnya.
Puncak acara haul turut dihadiri oleh Pengasuh Majelis Semaan Al-Qur'an Al-Ittihad Gus Faiz Tajul Millah, penasihat panitia dr. Muhammad Fahrudin Fakhry (Gus Udin), jajaran Forkopimcam Kecamatan Gresik, para hufaz, ulama, serta ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik