Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Suhu Malam Hari Lebih Dingin, Fenomena Bediding Mulai Landa Gresik dan Pulau Bawean

Fajar Yuliyanto • Sabtu, 4 Juli 2026 | 13:44 WIB
Hawa Dingin : Pantai di Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Hawa Dingin : Pantai di Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Masyarakat di Kabupaten Gresik, termasuk wilayah Pulau Bawean, merasakan suhu udara yang jauh lebih dingin dari biasanya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi yang akrab disebut masyarakat Jawa sebagai fenomena bediding ini terutama sangat terasa pada waktu malam hari hingga menjelang pagi.

 Bahkan, dinginnya air untuk mandi dan mencuci baju dirasakan warga menyerupai dinginnya air sumber di pegunungan.

Kepala Stasiun BMKG Sangkapura Pulau Bawean, Usman Kholid, menjelaskan bahwa fenomena bediding merupakan kondisi alamiah yang lazim terjadi setiap tahun. Fenomena ini biasanya menyertai periode puncak musim kemarau yang berlangsung antara bulan Juli hingga September. Penurunan suhu udara ini berkaitan erat dengan perubahan pola angin musiman yang mulai mendominasi wilayah Indonesia.

Baca Juga: Buntut Kasus Narkoba 3,37 Ton, Ketua DPRD Gresik Desak Mitigasi dan Pengetatan Izin Pergudangan

“Fenomena suhu udara dingin atau bediding sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi pada bulan-bulan puncak musim kemarau. Saat ini wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur mulai memasuki periode tersebut,” kata Usman Kholid.

Lebih lanjut Usman memaparkan, saat musim kemarau, arah angin di Indonesia didominasi oleh angin timuran atau Monsun Australia yang bergerak dari Benua Australia menuju Asia. Kebetulan pada bulan Juli, Benua Australia sedang mengalami puncak musim dingin.

Massa udara yang dingin dan kering tersebut bergerak menuju Indonesia melewati Samudera Hindia yang suhu permukaan lautnya juga relatif rendah.

Baca Juga: Sengit! Argentina Susah Payah Depak Cape Verde 3-2 Lewat Babak Perpanjangan Waktu

"Pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia mendorong aliran udara dingin ini bergerak ke arah Indonesia. Akibatnya, udara yang masuk ke wilayah kita, termasuk Gresik dan Bawean, terasa jauh lebih sejuk dan dingin,” ujarnya.

Selain faktor Angin Monsun Australia, kondisi langit yang bersih tanpa hambatan juga menjadi penyebab utama mengapa suhu udara terasa anjlok drastis pada malam hari.

"Langit yang cenderung cerah (clear sky) tanpa banyak tutupan awan menyebabkan radiasi panas di permukaan bumi langsung dilepas ke atmosfer tanpa ada yang memantulkan kembali. Hal inilah yang membuat udara di dekat permukaan bumi terasa sangat dingin, terutama pada malam hingga pagi hari," pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#bediding #BMKG #gresik #dingin #BAWEAN