RADAR GRESIK — Nestapa mendalam tengah menggelayuti pikiran seorang ibu asal Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Anak perempuan kesayangannya yang masih berusia di bawah umur, ENF (15), dilaporkan hilang misterius dan belum kembali ke rumah selama lebih dari satu bulan.
Gadis yang masih berstatus sebagai pelajar aktif tersebut diduga kuat sengaja meninggalkan rumah demi kabur bersama teman dekatnya (pacar).
Digerogoti rasa cemas dan ketakutan luar biasa akan keselamatan sang anak, sang ibu kini nekat melakukan aksi sepihak dengan berkeliling ke berbagai kota di Jawa Timur guna melacak keberadaan buah hatinya.
Baca Juga: Sebulan Lebih Tak Kunjung Pulang, Pelajar 16 Tahun Asal Driyorejo Diduga Kabur Bersama Kekasihnya
Meskipun perkara hilangnya sang anak telah diadukan secara resmi ke jalur hukum, pihak keluarga mengaku tidak bisa hanya berdiam diri menunggu perkembangan di atas meja birokrasi.
Kuasa hukum orang tua korban, Calvindo, membeberkan kondisi psikologis dan fisik ibu korban yang saat ini sangat memprihatinkan. Demi bisa memeluk kembali anaknya, sang ibu rela menempuh perjalanan ratusan kilometer berpindah-pindah daerah berdasarkan insting pribadi.
“Sampai detik ini, anak korban belum berhasil ditemukan dan belum pulang ke rumah. Posisi ibunya saat ini sedang berada di Pulau Madura, menyisir dan mencari-cari keberadaan anaknya tanpa arah yang pasti,” ungkap Calvindo, Minggu (24/5/2026).
Calvindo meluruskan bahwa kepergian ibu korban ke Pulau Garam tersebut bukan didasari oleh adanya petunjuk valid atau info posisi korban. Langkah ekstrem itu murni merupakan luapan keputusasaan seorang ibu.
"Apakah ada dugaan kuat anaknya lari ke Madura? Sebenarnya tidak ada bukti ke sana. Beliau cuman mencari di mana-mana yang sekiranya bisa dicari. Kapan hari, orang tuanya juga sudah jauh-jauh mencari ke wilayah Banyuwangi hingga ke Malang. Semua tempat disisir tanpa arah," imbuhnya lirih.
Lebih lanjut, Calvindo turut menyoroti jalannya roda penyelidikan di tingkat kepolisian yang dinilai lambat oleh pihak keluarga. Sejak pengaduan resmi bergulir, intensitas pemeriksaan saksi kunci dirasa masih minim.
Baca Juga: Sisi Lain Sugeng Taufan, Prajurit Intelijen Kodim Gresik yang Sukses Rintis Bisnis Ternak Kambing
Ketika dikonfirmasi mengenai apakah ibu korban sudah mendapatkan jadwal pemanggilan dari penyidik pidana, Calvindo menjelaskan bahwa agenda pemeriksaan baru menyentuh lingkaran saksi luar.
“Sejauh ini yang pernah dipanggil untuk dimintai keterangan baru sebatas saksi-saksinya saja di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik. Panggilan itu dilakukan sejak 29 April 2026 lalu. Namun, setelah agenda itu hingga sekarang, belum ada lagi panggilan lanjutan atau perkembangan signifikan yang disampaikan ke kami,” jelas Calvindo.
Di sisi lain, lambannya pergerakan penanganan diklarifikasi oleh pihak kepolisian. Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Adiwoso, membenarkan bahwa dokumen laporan resmi dari pihak ibu korban terkait kehilangan anak di bawah umur telah masuk ke mejanya.
Ia menegaskan, Korps Bhayangkara tidak tinggal diam dan saat ini tengah mengumpulkan serpihan petunjuk di lapangan.
“Surat laporan resminya sudah kami terima dengan baik. Kami mohon waktu dan dukungan dari segenap lapisan masyarakat, karena perkara ini masih dalam proses penyelidikan intensif oleh tim pendalaman lapangan,” terang Ipda Hendri singkat.
Sebagai informasi penyegar, remaja berinisial ENF tersebut dilaporkan telah angkat kaki meninggalkan rumah tinggalnya di kawasan Driyorejo sejak tanggal 13 April 2026.
Baca Juga: Turun ke Parit, Ketua DPRD Gresik dan Aktivis PMII Bersihkan Eceng Gondok di Irigasi Tebalo
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan gadis belia dengan ciri-ciri fisik berkulit sawo matang dan berambut gelombang tersebut masih menjadi teka-teki besar. Pihak keluarga sangat berharap bantuan masyarakat luas yang melihat atau mengetahui keberadaan ENF untuk segera menghubungi kantor polisi terdekat. (yud/han)
Editor : Hany Akasah