RADAR GRESIK – Aksi anarkis yang melibatkan ratusan oknum pesilat pecah di Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Gresik. Bentrokan yang melibatkan dua kelompok perguruan silat berbeda ini mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka, di mana dua di antaranya menderita luka serius di bagian kepala.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden berdarah ini bermula pada Sabtu (9/5) malam. Saat itu, puluhan anggota salah satu perguruan silat tengah menggelar latihan rutin di Desa Sawo. Namun, sekitar pukul 00.30 WIB, situasi berubah mencekam ketika ratusan orang dari kelompok perguruan lain datang melakukan penyerangan.
Baca Juga: Kejar Predikat WBBM, Rutan Gresik Lakukan Studi Tiru ke Lapas Kelas I Malang
Kelompok penyerang tersebut dilaporkan datang dari arah utara dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya menyerbu lokasi latihan.
Kapolsek Dukun, AKP Slamet Priyono, membenarkan terjadinya bentrokan massal tersebut. Ia menyebutkan bahwa selain korban luka, sejumlah fasilitas dan harta benda juga menjadi sasaran amuk massa.
“Benar, kejadian tersebut mengakibatkan lima orang luka-luka. Kasus ini sekarang sepenuhnya ditangani oleh Polres Gresik karena para korban telah melapor ke sana,” ujar AKP Slamet, Senin (11/5).
Baca Juga: Kumuh dan Membahayakan, Lapak PKL di Depan Pelabuhan Gresik Ditertibkan
Tak hanya melukai fisik, bentrokan ini juga menyebabkan sejumlah sepeda motor milik warga dan peserta latihan hancur dirusak. Beberapa barang berharga dilaporkan hilang, serta tempat yang digunakan untuk latihan mengalami kerusakan cukup parah.
AKP Slamet menambahkan bahwa para pelaku penyerangan diduga merupakan kelompok pemuda dari wilayah tetangga. Hal ini diperkuat dengan koordinasi yang dilakukan bersama pihak Polres untuk mengejar para pelaku.
“Korban melapor ke Polres karena teridentifikasi pelakunya diduga berasal dari kelompok pemuda wilayah Karanggeneng, Lamongan,” imbuhnya.
Baca Juga: Muskab Percasi Gresik 2026, Momentum Perkuat Solidaritas demi Prestasi Catur Kota Pudak
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan di Mapolres Gresik guna mengungkap dalang di balik aksi penyerangan ini.
“Kemarin pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan bahkan hingga malam hari di Polres Gresik. Kami terus mendalami bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi,” pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah