RADAR GRESIK – Seekor ular eksotik jenis Ball Python atau Sanca Bola (Python regius) ditemukan berkeliaran di kawasan permukiman warga Kabupaten Gresik, Jumat (17/4).
Penemuan satwa asli Afrika Barat dan Tengah ini memicu kekhawatiran terkait potensi gangguan keseimbangan ekosistem lokal akibat masuknya spesies asing (non-native).
Ular tersebut dievakuasi oleh Tim Penyelamatan Satwa Liar Kolaborasi Multipihak (MATAWALI) Seksi KSDA Wilayah III Surabaya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim).
Baca Juga: Harlah Fatayat NU ke-76, Dari Langkah Sunyi Menuju Gerakan Peradaban
Munculnya ular sanca bola di kawasan urban diduga kuat berasal dari praktik pemeliharaan satwa liar yang terlepas atau sengaja dilepasliarkan oleh pemiliknya.
Penyuluh Kehutanan BBKSDA Jawa Timur, Ferdinan Sabastian, menjelaskan bahwa kemunculan ular ini menjadi indikasi adanya rantai pemeliharaan satwa eksotik yang tidak disertai tanggung jawab.
“Reptil seperti ular sering diminati saat masih kecil. Namun, ketika tumbuh besar dan membutuhkan perawatan ekstra, tidak sedikit pemilik yang akhirnya melepasnya ke alam. Ini sangat berbahaya karena bisa memicu masalah baru bagi fauna asli Indonesia,” ujar Ferdinan.
Baca Juga: Piton 5 Meter Sembunyi di Selokan, Tim Damkarla Gresik Evakuasi Ular dari Pemukiman Warga
Secara ekologis, fenomena ini dikenal sebagai biological invasion. Masuknya spesies asing dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari persaingan sumber pakan dengan predator lokal hingga gangguan pada rantai makanan.
Berbeda dengan sanca kembang atau biawak air yang merupakan fauna asli Indonesia, sanca bola memiliki karakter dan kebutuhan lingkungan yang berbeda namun mampu beradaptasi di kawasan pemukiman jika pakan tersedia.
“Beberapa jenis reptil punya kemampuan adaptasi tinggi. Jika didukung ketersediaan mangsa dan minim gangguan, spesies asing ini bisa bertahan hidup lama dan mengancam kelestarian satwa lokal,” tambahnya.
Baca Juga: Sembunyi di Celah Tembok Rumah Warga, Ular Piton Berhasil Dievakuasi Tim Damkarla Gresik
Saat ini, ular sanca bola beserta sejumlah satwa hasil evakuasi lainnya telah diamankan di Unit Penyelamatan Satwa (UPS) BBKSDA Jawa Timur di Sidoarjo. Satwa tersebut akan menjalani observasi mendalam dan penanganan lanjutan sebelum diputuskan langkah berikutnya.
BBKSDA Jawa Timur mengimbau keras masyarakat untuk tidak memelihara satwa liar secara ilegal maupun melepasliarkannya ke alam tanpa prosedur resmi. Selain melanggar peraturan perundang-undangan, tindakan tersebut berisiko memicu konflik dengan manusia dan merusak ekosistem yang sudah ada.
Ke depan, penguatan pengawasan perdagangan satwa eksotik dan edukasi publik menjadi kunci utama untuk mencegah dampak ekologis yang lebih luas di wilayah Gresik dan sekitarnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah