Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gagal Balik, Puluhan Warga Bawean Terpaksa Gigit Jari Akibat Kehabisan Tiket

Yudhi Dwi Anggoro • Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:21 WIB
Gagal Berangkat: Calon penumpang kapal KMP Gili Iyang di Pelabuhan Bawean gagal berangkat lantaran kehabisan tiket. (Ist/Radar Gresik)
Gagal Berangkat: Calon penumpang kapal KMP Gili Iyang di Pelabuhan Bawean gagal berangkat lantaran kehabisan tiket. (Ist/Radar Gresik), 

RADAR GRESIK – Antusiasme warga Bawean untuk kembali ke perantauan pada momen arus balik Idulfitri 2026 harus terbentur kendala terbatasnya tiket kapal. Puluhan calon penumpang KMP Gili Iyang di Pelabuhan Bawean terpaksa menunda perjalanan mereka menuju Pelabuhan Paciran, Lamongan, akibat kehabisan tiket pada Jumat (27/3).

Diperkirakan sebanyak 42 calon penumpang gagal berangkat dan harus menunggu jadwal kapal selanjutnya. Kondisi ini membuat sebagian penumpang memilih bertahan di sekitar pelabuhan, sementara sebagian lainnya memutuskan untuk pulang kembali ke rumah masing-masing sembari menunggu kepastian tiket.

Baca Juga: Arus Balik Bawean-Gresik Membeludak, 1.628 Penumpang Seberangi Laut Jawa dalam Dua Hari

Kekecewaan mendalam dirasakan oleh Mawi, pemuda asal Kecamatan Tambak. Ia mengaku sebenarnya sudah berusaha memesan tiket melalui jaringan kenalannya jauh sebelum hari lebaran tiba. Namun, setibanya di pelabuhan, harapan untuk berlayar pupus karena tiket yang dinanti tidak kunjung didapatkan.

Demi mendapatkan peluang pada keberangkatan tambahan, ia kini terpaksa menginap di area dekat pelabuhan.

Nasib serupa dialami Jamal, yang harus merelakan tiketnya hangus. Meski dirinya sudah memegang satu tiket resmi milik PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya, adiknya yang hendak berangkat bersama untuk kembali ke sekolah justru tidak kebagian.

Baca Juga: Manis dan Legit, Srikaya Gula Aren Bawean Jadi Primadona Takjil Buka Puasa di Gresik

Informasi mengenai adanya kuota tiket tambahan di terminal penumpang ternyata tidak terbukti saat ia berada di lokasi. Demi menemani sang adik, Jamal memilih untuk menunda keberangkatan meski harus merugi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan dua kapal cepat dan satu kapal ferry yang beroperasi selama arus balik belum mampu sepenuhnya mengakomodir lonjakan penumpang.

Miftakhul Faiz, calon penumpang lainnya, menilai bahwa meskipun pemerintah daerah telah menyediakan program mudik gratis dengan kapal cepat, persoalan klasik mengenai keterbatasan kuota tiket di momen puncak seperti ini masih saja terjadi.

Baca Juga: Kabar Gembira! Mudik Gratis Gresik-Bawean Siapkan 3.800 Tiket Kapal Express Bahari

Menanggapi persoalan tersebut, Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya, M. Reza Fahlevi, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah berupaya mengajukan dispensasi tambahan penumpang untuk mengurai kepadatan di pelabuhan, khususnya untuk lintas yang dilayani KMP Gili Iyang.

Namun, pengajuan dispensasi tersebut memiliki syarat ketat terkait aspek keselamatan. Berdasarkan surat balasan yang diterima, pihak operator diwajibkan menambah alat keselamatan berupa 9 unit Liferaft (rakit penolong kembung).

Saat ini, kapal tersebut baru dilengkapi dengan 12 unit liferaft dan penambahan unit baru belum dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Baca Juga: Antisipasi Banjir di Bawean Gresik, Babinsa Sangkapura dan Warga Dusun Sawah Luar Kompak Normalisasi Saluran Air

Alhasil, kuota penumpang tetap mengacu pada Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang (SKKP) yakni sebanyak 196 orang. Reza menyebutkan bahwa pada malam sebelumnya sempat ada permohonan tambahan untuk 25 orang.

Secara teknis armada, pihaknya mengaku sanggup mengangkut hingga 100 orang tambahan, namun otoritas penuh berada di tangan kesyahbandaran yang memegang regulasi keselamatan pelayaran. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#gresik #paciran #Gili Iyang #Lamongan #BAWEAN #Balik