RADAR GRESIK – Ancaman banjir tahunan kembali menghantui warga di wilayah Gresik Selatan. Intensitas hujan tinggi yang mengguyur selama sepekan terakhir memicu meluapnya Sungai Kali Tengah, Kecamatan Driyorejo.
Luapan sungai sepanjang 7,5 kilometer ini merendam permukiman warga dan akses jalan utama dengan ketinggian air yang cukup mengkhawatirkan, berkisar antara 30 sentimeter hingga 1 meter pada Selasa (17/3) malam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Sukardi, mengonfirmasi bahwa debit air mulai naik signifikan sekitar pukul 21.34 WIB.
Baca Juga: Infrastruktur Perusahaan Hambat Normalisasi Kali Tengah, DPUTR Gresik Desak Solusi Banjir Driyorejo
Meski genangan dilaporkan cepat surut pada Rabu (18/3) pagi, namun durasi hujan yang lama dan curah hujan yang ekstrem membuat daya tampung sungai mencapai titik maksimal di wilayah terdampak, khususnya di Desa Sumput.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, FX Driatmiko Herlambang, mengungkapkan bahwa bencana ini bukan sekadar faktor alam. Berdasarkan tinjauan lapangan, kondisi fisik Sungai Kali Tengah saat ini sangat memprihatinkan karena terhimpit oleh masifnya pembangunan infrastruktur industri di sepanjang bantarannya.
“Banjir ini terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi dan buruknya sistem drainase. Kondisi sungai kian menyempit karena kanan-kirinya terhimpit bangunan perusahaan. Ditambah lagi, adanya deretan jembatan penghubung yang dibangun di atas sungai membuat aliran air menjadi tidak lancar,” jelas pria yang akrab disapa Miko tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gresik telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan memantau kondisi warga terdampak. Meskipun saat ini air telah surut, BPBD memberikan peringatan keras bahwa potensi banjir susulan tetap tinggi selama normalisasi sungai secara menyeluruh belum dilakukan.
Tanpa adanya pengerukan dan penataan kembali bangunan yang menjorok ke sungai, fasilitas umum seperti jalan poros desa dan rumah warga akan terus menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras turun.
Kondisi kritis Sungai Kali Tengah ini pun kini menjadi sorotan tajam di tingkat kabupaten. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama Komisi III DPRD Gresik dilaporkan tengah melakukan koordinasi intensif untuk membahas langkah konkret normalisasi.
Penertiban jembatan perusahaan dan bangunan yang menghambat arus air menjadi agenda mendesak agar warga Driyorejo tidak terus-menerus terjebak dalam siklus banjir tahunan yang merugikan. (jar/han)
Editor : Hany Akasah