RADAR GRESIK – Suasana tenang di Dusun Watuapasang, Desa Kedamean, Gresik, mendadak berubah menjadi tegang pada Selasa (24/2) pagi.
Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik harus berjibaku melakukan aksi penyelamatan terhadap seorang warga yang terjebak di ketinggian setelah mengalami kecelakaan kerja rumah tangga.
Insiden tersebut menimpa Edi (53). Sekitar pukul 09.00 WIB, Edi berniat membersihkan tandon air di dek lantai dua rumahnya.
Baca Juga: Kue Dongkal Khas Betawi Jadi Primadona Takjil di Cerme, Omzet Tembus Jutaan Rupiah
Namun, kondisi lantai yang licin akibat lumut membuatnya kehilangan keseimbangan dan terpeleset hingga mengalami cedera serius. Akibat luka yang dialami, korban tidak mampu bergerak maupun turun secara mandiri.
Mendapat laporan melalui Call Center 112, enam personel dari Pos Menganti langsung dikerahkan ke lokasi. Namun, proses evakuasi tidak berjalan semudah yang dibayangkan. Petugas menghadapi tantangan berat berupa akses jalan menuju rumah korban yang sangat sempit.
Baca Juga: Infrastruktur dan BPJS Jadi Sorotan, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Serap Aspirasi Warga
Kondisi ini memaksa petugas membatalkan rencana penggunaan mobil crane dari Dinas Perhubungan karena kendaraan besar tersebut tidak dapat menjangkau titik lokasi.
"Kondisi medan evakuasi tidak memungkinkan untuk memindahkan korban secara langsung dengan alat berat. Kami sempat berencana meminta bantuan mobil crane, namun terkendala akses jalan yang terbatas," ungkap Perwira Piket, Rizal Sulistyo.
Tak kehilangan akal, tim Damkarla bersama personel Koramil, tenaga medis Puskesmas Kedamean, dan warga sekitar melakukan koordinasi cepat. Mereka memutuskan menggunakan teknik manual presisi dengan sistem tali pengaman (rope rescue).
Baca Juga: Residivis Kelas Kakap Diringkus, Kapolres Tegaskan Tak Ada Kompromi bagi Narkoba
Petugas mengikatkan tubuh korban pada tandu, lalu menurunkannya secara perlahan melewati celah bangunan yang sangat sempit.
Setelah perjuangan selama hampir satu setengah jam, Edi berhasil dievakuasi ke dasar bangunan dengan selamat untuk kemudian langsung dilarikan ke puskesmas terdekat guna mendapatkan penanganan medis.
Menanggapi meningkatnya tren penyelamatan non-kebakaran (rescue), pihak Damkarla Gresik mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di area berisiko tinggi.
Baca Juga: Geliat Ekonomi Ramadan, Baznas Gresik Fasilitasi 35 UMKM Lewat Program Z-Iftar
"Kami mengimbau warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di permukaan yang licin. Jangan ragu menghubungi layanan 112 jika menghadapi situasi darurat apa pun," pungkas Rizal. (yud/han)
Editor : Hany Akasah