Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Geram Jalan Nasional Rusak Parah, Warga Manyar Gelar Aksi Protes dengan Pasang Spanduk

Yudhi Dwi Anggoro • Sabtu, 21 Februari 2026 | 19:58 WIB

PROTES : Sejumlah warga Kecamatan Manyar saat memasang spanduk bertuliskan protes akibat kondisi jalan nasional yang rusak parah diwilayah Kecamatan Manyar, Gresik.
PROTES : Sejumlah warga Kecamatan Manyar saat memasang spanduk bertuliskan protes akibat kondisi jalan nasional yang rusak parah diwilayah Kecamatan Manyar, Gresik.

RADAR GRESIK – Gelombang protes warga terhadap kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Gresik semakin memuncak. Pada Jumat, (20/2) malam, sejumlah warga di Kecamatan Manyar ramai-ramai memasang spanduk berisi kalimat sindiran tajam di sepanjang ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan parah.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam lantaran akses utama mobilitas masyarakat tersebut tak kunjung diperbaiki hingga kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

Pantauan di lokasi menunjukkan spanduk-spanduk protes terpampang jelas di titik-titik lubang yang menganga. Tulisan bernada satire seperti ‘Hati-Hati, Anda Memasuki Jalur Pindah Alam’ hingga ‘Jalan Diperbaiki, Tapi Bohong’ sengaja dipasang untuk menarik perhatian pemerintah.

Tak hanya spanduk, warga juga menandai lubang-lubang jalan menggunakan pilox warna putih hingga menanam pohon pisang sebagai penanda bahaya bagi pengguna jalan.

Salah satu warga Kecamatan Manyar, Fajar Rubianto, menegaskan bahwa aksi ini adalah upaya terakhir masyarakat agar pihak berwenang, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), segera mengambil tindakan nyata sebelum jatuh lebih banyak korban.

“Aksi ini kami lakukan agar BBPJN dan Pemerintah segera melakukan perbaikan, karena sudah banyak pengendara yang jatuh, menjadi korban akibat kondisi jalan rusak,” kata Fajar Rubianto.

Fajar menambahkan bahwa kondisi jalan yang menyerupai kubangan ini sudah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan terakhir.

Kekhawatiran warga kian meningkat seiring datangnya musim hujan, di mana lubang-lubang jalan sering kali tertutup genangan air sehingga menjadi jebakan maut bagi pengendara yang tidak hafal medan.

“Harapannya segera diperbaiki, agar tidak lebih banyak memakan korban lagi,” jelas Fajar.

Senada dengan hal tersebut, Rofiq, warga lainnya, menyatakan kekesalannya terhadap dinas terkait yang dinilai tidak serius menangani persoalan ini.

Meski jalur tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat atau provinsi, ia berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan setidaknya melakukan penanganan darurat.

“Setidaknya ditambal dulu, sambil menunggu perbaikan secara menyeluruh, terutama di titik lokasi kerusakan yang paling parah dan sering terjadi kecelakaan akibat jalan rusak,” ucap Rofiq.

Lebih lanjut, Rofiq mengungkapkan bahwa pemasangan spanduk dan penanda di sekitar jalan rusak ini juga berfungsi sebagai langkah peringatan dini bagi para pengendara yang melintas, terutama pada malam hari saat pencahayaan minim atau saat hujan deras.

"Selain itu perbaikan permanen sangat dibutuhkan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama bagi aktivitas warga sehari-hari," pungkas Rofiq.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap aksi protes mereka segera direspons oleh pihak berwenang guna menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan di wilayah Manyar. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
#sindiran #Rusak #spanduk #gresik #manyar #protes #Jalan