RADAR GRESIK – Nasib malang menimpa Suji Hariyanto (62), seorang sopir truk asal Kelurahan Mojolangu, Kota Malang.
Pria paruh baya ini ditemukan meninggal dunia secara mendadak saat sedang beristirahat di sebuah warung kopi di area pergudangan PT Jawa Timur Baru, Kelurahan Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Gresik, pada Kamis (4/12). Korban meninggal dunia diduga karena serangan jantung.
Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot Setyo Budi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula saat korban bersama anaknya, Roni Hariyanto (27), tiba di lokasi pergudangan pada Rabu (3/12) sekitar pukul 23.00 WIB.
"Korban dan anaknya datang ke lokasi pergudangan untuk mengantre muat kayu. Sesampainya di lokasi, korban sempat beristirahat di dalam truk," ujar Kompol Gatot, Kamis (4/12).
Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 WIB, korban turun dari truknya dan menuju warung kopi milik Satuki yang berada di area pergudangan. Korban sempat memesan segelas kopi.
Namun, sebelum sempat meminum pesanannya, korban meminta izin untuk berbaring sejenak di amben (kursi anyaman terbuat dari bambu) yang tersedia di warung tersebut.
"Belum sempat minum kopi, korban pamit gletakan atau berbaring. Berselang sekitar 20 menit, pemilik warung berusaha membangunkan korban, namun korban tidak bergerak. Saat dicek denyut nadinya, ternyata sudah tidak ada (meninggal)," jelas Kompol Gatot.
Mengetahui kejadian tersebut, pemilik warung segera memberitahu anak korban, Roni Hariyanto, meminta bantuan warga sekitar, dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian melalui layanan 'Lapor Cak Roma'.
Petugas Polsek Kebomas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa jenazah bersama petugas medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung. Pihak keluarga, yang diwakili oleh anak kandung korban, telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah