Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bukan Dibuang, Bayi di Manyar Ditinggal di Jalan Akibat Cekcok Hebat Suami Istri

Yudhi Dwi Anggoro • Senin, 10 November 2025 | 12:36 WIB
DISELAMATAKAN : Anggota Polsek Manyar saat melakukan penyelamatan bayinyang diduga akan di buang orang tuanya dinlinggir jalan, Betoyo Kauman, Kecamatan Manyar , Gresik.
DISELAMATAKAN : Anggota Polsek Manyar saat melakukan penyelamatan bayinyang diduga akan di buang orang tuanya dinlinggir jalan, Betoyo Kauman, Kecamatan Manyar , Gresik.

RADAR GRESIK - Kawasan Jalan Betoyo, Kecamatan Manyar, Gresik, sempat dihebohkan pada Minggu (9/11) siang setelah beredar laporan melalui hotline 110 mengenai dugaan adanya kasus pembuangan bayi.

Laporan tersebut memicu kepanikan warga dan reaksi cepat dari kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Manyar bersama jajaran Polres Gresik segera bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian.

Setelah dilakukan pengecekan dan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian (TKP), dugaan pembuangan bayi tersebut dipastikan tidak benar.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa insiden tersebut murni merupakan pertengkaran hebat antara pasangan suami istri yang berprofesi sebagai pengamen jalanan, yakni Suhariadi dan Eka Amalia Putri.

“Setelah kami lakukan pengecekan di TKP, tidak ditemukan adanya kasus pembuangan bayi. Insiden ini murni pertengkaran rumah tangga,” ujar petugas di lapangan.

Pemicu: Pertengkaran bermula saat pasangan tersebut selesai mengamen di wilayah Sidayu dan Bungah. Suhariadi diketahui menenggak minuman keras (miras) bersama teman-temannya di lokasi tersebut.

Berawal dari sebuah teguran, Eka Amalia menegur suaminya, "Sudah punya anak kok masih mabuk, apa tidak kasihan anakmu."

Dari teguran tersebut, terjadi adu mulut yang memicu pertengkaran berlanjut hingga dalam perjalanan pulang. Keduanya berhenti dan kembali adu mulut di Jalan Raya Banyuwangi, Manyar.

Hal tersebut menimbulkan aksi emosional, dimana dalam keadaan emosi, sang istri menyerahkan bayi perempuan mereka, SNV (baru berusia empat bulan), kepada Suhariadi sambil berkata: "Iki lo anakmu, gowoen" (Ini lho anakmu, bawa).

Bukannya menggendong, sang suami malah meletakkan bayi SNV di tepi jalan dan langsung pergi begitu saja ke arah utara. Aksi inilah yang membuat warga panik dan melaporkannya sebagai dugaan pembuangan bayi.

Beruntung, bayi SNV ditemukan dalam kondisi sehat dan segera diamankan oleh warga serta petugas yang tiba di lokasi.

Setelah situasi dipastikan aman dan jelas, kedua orang tua bayi tersebut langsung diberikan pembinaan dan bimbingan oleh pihak kepolisian agar tidak mengulangi perbuatan serupa yang dapat membahayakan keselamatan anak.

Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menegaskan bahwa respons cepat petugas adalah bagian dari komitmen Polres Gresik dalam melindungi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan anak.

“Setiap laporan yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa harus segera ditindaklanjuti. Respons cepat ini penting agar tidak ada ancaman nyata yang luput, sekaligus mencegah penyebaran informasi keliru,” tegas AKBP Rovan.

Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor bila menemukan kejadian mencurigakan melalui hotline 110, layanan "Lapor Cak Roma": 0811-8800-2006, ataupun langsung datang ke kantor polisi terdekat. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#bayi #gresik #manyar #Laporan #pengamen #polres