Gelar Rembug Pelajar, Bappeda dan Cabang Dinas Pendidikan Gresik Jaring Aspirasi OSIS SMA/SMK

Riri Masfardian • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 22:48 WIB
JARING ASPIRASI : Puluhan Ketua OSIS SMA/SMK se-Kabupaten Gresik antusias mengikuti kegiatan Rembug Pelajar Gresik guna menyuarakan masukan terkait pembangunan pendidikan dan penyaluran program CSR daerah. (Foto : Ist/Radar Gresik)
JARING ASPIRASI : Puluhan Ketua OSIS SMA/SMK se-Kabupaten Gresik antusias mengikuti kegiatan Rembug Pelajar Gresik guna menyuarakan masukan terkait pembangunan pendidikan dan penyaluran program CSR daerah. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Gresik menekankan pentingnya forum Rembug Pelajar Gresik sebagai ruang penyampaian aspirasi yang substantif.

Hal tersebut ditekankan saat kegiatan jaring aspirasi dalam rangka penghimpunan masukan terkait program Corporate Social Responsibility (CSR) ini digelar di SMA Negeri 1 Sidayu, Senin (19/10).

Forum strategis tersebut dihadiri oleh seluruh Ketua OSIS SMA dan SMK negeri maupun swasta se-Kabupaten Gresik. Turut hadir mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik yakni Kepala Seksi SMA dan PKPLK, Joko Sutopo serta Kepala Bidang dari Bappeda Kabupaten Gresik, Feni.

Baca Juga: Peringati Hari Jadi Ke-81 Jawa Timur, Cabdindik Wilayah Gresik Gelar Service Motor Gratis di 8 SMK

Langkah ini selaras dengan instruksi Bupati Gresik yang menugaskan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik untuk menyerap secara langsung masukan dari para siswa.

Aspirasi dan gagasan yang terhimpun nantinya akan dibawa sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta penataan program CSR sektor pendidikan pada periode berikutnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, S.Pd., M.M., saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pelajar memiliki peran penting sebagai aktor utama perubahan, bukan sekadar objek dari kebijakan yang dibuat.

Baca Juga: Tekan Pengangguran, Pemkab Bersama Cabdin Gresik Kunci Sinergi Vokasi dengan Tiga Kawasan Industri

“Kami menegaskan bahwa pelajar bukan hanya objek kebijakan atau penerima manfaat pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki hak dan kapasitas untuk berkontribusi dalam menentukan arah perubahan. Karena itu, pandangan dan pengalaman mereka harus menjadi pertimbangan dalam merumuskan program yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Eko Agus Suwandi.

Eko mendorong para Ketua OSIS SMA dan SMK untuk bersikap kritis, objektif, serta bertanggung jawab.

"Aspirasi yang disuarakan diharapkan tidak terbatas pada kepentingan internal sekolah masing-masing, melainkan mencakup persoalan pelajar secara komprehensif, mulai dari pemerataan akses pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana, pengembangan kompetensi, hingga penguatan karakter," tambah Eko.

Baca Juga: Raih Radar Surabaya Awards, Cabdin Pendidikan Jatim Wilayah Gresik Makin Bersinar Lewat Inovasi EDUTRUST

Selain itu, Eko juga menggarisbawahi pentingnya pengarahan program CSR dari sektor dunia usaha di Kabupaten Gresik agar berjalan lebih partisipatif, terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kolaborasi konkret antara pemerintah, dunia usaha, satuan pendidikan, dan pelajar dinilai menjadi kunci utama agar CSR menjadi investasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi kualitas pendidikan.

Guna menjaga kualitas diskusi, Cabdindik meminta para pimpinan OSIS memanfaatkan forum ini secara serius dengan membawa data lapangan, memetakan persoalan riil, serta mengajukan gagasan dan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, Cabdin dan Puluhan SMK Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universitas Sunan Gresik

“Kami ingin memastikan bahwa suara pelajar benar-benar menjadi bagian dari pertimbangan pembangunan daerah. Pelajar Gresik tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus mengambil peran sebagai generasi yang kritis, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masa depan pendidikan dan kemajuan Kabupaten Gresik,” tegasnya.

Guna mengakomodasi seluruh perwakilan pengurus OSIS dari sekolah negeri maupun swasta se-Kabupaten Gresik, Cabdindik membagi pelaksanaan forum ke dalam tiga titik lokasi strategis.

Kepala Seksi SMA dan PKPLK Cabdindik Wilayah Kabupaten Gresik, Joko Sutopo, menuturkan bahwa pembagian wilayah ini dilakukan agar penyerapan aspirasi berjalan efektif dan menjangkau seluruh sekolah tanpa terkendala jarak.

Baca Juga: Cabang Dinas Pendidikan Gresik Salurkan Bantuan Biaya Pendidikan untuk 112 Siswa Prasejahtera

“Guna mengakomodasi perwakilan OSIS seluruh sekolah, kegiatan dibagi menjadi tiga wilayah. OSIS wilayah utara dipusatkan di SMAN 1 Sidayu, OSIS wilayah tengah di SMAN 1 Manyar, sedangkan OSIS wilayah selatan bertempat di SMAN 1 Cerme. Hal ini kami lakukan agar seluruh Ketua OSIS memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasan serta kebutuhan sekolahnya secara langsung,” tutur Joko Sutopo.

Menutup keterangannya, Kacabdindik Gresik menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya Bupati Gresik, atas perhatian dan komitmen keberlanjutan demi kebaikan serta kesejahteraan warga Gresik. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
cabdindik CSR cabang dinas pendidikan gresik osis