RADAR GRESIK – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA–SMK Kabupaten Gresik merilis karya monumental di bidang pendidikan dan historiografi daerah.
Peluncuran sekaligus Bedah Buku bertajuk “Gresik dalam Jalinan Sejarah Nasional: Menelusuri Keterkaitan Sejarah Nasional dan Sejarah Lokal Gresik dari Masa Praaksara hingga Reformasi” diresmikan di Gedung Sabha Nugraha, Kantor Dindik Jatim, Surabaya, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri tak kurang dari 150 peserta dan tamu undangan se-Jawa Timur ini tidak hanya menjadi panggung bedah buku, melainkan juga dimeriahkan dengan Pameran Edukatif Produk Guru serta Pameran Sejarah Gastronomi Gresik.
Baca Juga: Sinergi Kian Solid, Petrokimia Gresik dan MUI Gresik Garap Pemberdayaan Ekonomi Hingga Konseling
Buku karya kolaboratif setebal 330 halaman tersebut ditulis oleh 23 guru sejarah asal Gresik. Isinya terbagi ke dalam 31 judul artikel ilmiah-populer dan 9 bab utama yang merangkum rentang peradaban dari era Praaksara hingga Reformasi, melingkupi cakupan geografis Gresik Pesisir/Utara, Tengah, hingga Gresik Selatan (Wringinanom).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., menyambut apresiatif penerbitan karya sejarah ini. Ia menegaskan bahwa langkah inovatif guru-guru sejarah di Gresik sejalan dengan pilar Jatim Cerdas dalam menyongsong Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
"Peluncuran buku 'Gresik dalam Jalinan Sejarah Nasional' ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan pilar JATIM CERDAS serta menyongsong Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Jangan pernah melupakan sejarah, karena dari masa lalu kita belajar memahami jati diri dan perjalanan bangsa. Menelusuri jejak sejarah Gresik bukan sekadar mengenang apa yang telah terjadi, tetapi menjaga warisan nilai dan perjuangan agar tetap hidup serta menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dan mendatang. Ini harus menjadi role model bagi MGMP di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur," ungkap Aries.
Senada, Kepala Bidang PPSMA Dindik Jatim, Dr. Mustakim, S.S., M.Si., menilai kehadiran buku ini sebagai jawaban atas tantangan metode pembelajaran sejarah kontekstual yang selama ini terkesan kaku.
"Dari sudut pandang kebijakan pendidikan, buku karya MGMP Sejarah Gresik ini menjawab tantangan pembelajaran sejarah yang sering kali dianggap hafalan tekstual. Integrasi sejarah lokal ke dalam mata pelajaran sudah lama diupayakan dan diperjuangkan. Dengan menghadirkan peristiwa lokal yang dekat dengan kehidupan siswa, pembelajaran menjadi jauh lebih kontekstual dan bermakna," terangnya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, S.Pd., M.M., yang mengapresiasi kerja keras kolaboratif antarekosistem pendidikan.
"Kami merasa sangat bangga atas dedikasi dan kerja keras 23 guru penulis serta seluruh panitia yang telah bekerja tanpa lelah. Penyelenggaraan kegiatan hari ini menunjukkan betapa solidnya ekosistem pendidikan di Gresik, yang didukung penuh oleh Cabang Dinas, Pengawas, serta MKKS SMA dan SMK. Harapan kami, buku dan pameran ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh pendidik untuk terus melahirkan karya-karya inovatif bagi kemajuan pendidikan Jawa Timur," kata Eko.
Baca Juga: Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Sayur Produktif
Selain peluncuran buku, perhelatan ini menarik perhatian berkat hadirnya Pameran Edukatif Produk Guru yang menampilkan Media Pembelajaran Interaktif (MPI), Laboratorium Maya, game sejarah, hingga papan permainan interaktif.
Tak kalah menarik, hadir Pameran Gastronomi yang menyajikan hidangan khas Bumi Giri seperti pudak, jubung, dan bonggolan yang dilengkapi lembar narasi sejarah kulinernya.
Ketua Panitia sekaligus Ketua MGMP Sejarah Gresik, Ahmad Ali Murtadho, S.Pd., dan Muhammad Adib Chilmi, S.Pd., mengungkapkan bahwa pendekatan interaktif dan kuliner dihadirkan agar pembelajaran sejarah terasa dekat dan menyenangkan.
"Alhamdulillah, acara launching dan bedah buku hari ini berjalan lancar dan penuh antusiasme. Buku ini lahir dari semangat bersama untuk mendokumentasikan memori kolektif dan kekayaan sejarah Gresik yang sangat kaya. Kami juga menyajikan Pameran Edukatif Produk Guru—seperti MPI, Lab Maya, game sejarah, dan permainan interaktif—serta Pameran Gastronomi yang menyajikan makanan khas seperti pudak, jubung, dan bonggolan beserta narasi sejarahnya agar sejarah terasa menyenangkan dan dekat dengan masyarakat," tutur perwakilan panitia.
Dari sisi proses kreatif, perwakilan tim penulis dan editor, Fery Widyatama, S.Pd., dan Surya Anisa U. Shabiro, S.Pd., menceritakan bahwa buku ini merupakan hasil riset lapangan yang intensif menelusuri pelbagai situs lokal.
"Proses penulisan dan penyuntingan buku ini merupakan perjalanan riset yang luar biasa. Kami harus menjelajahi situs-situs sejarah lokal dari Wringinanom di selatan hingga Sidayu dan Ujungpangkah di utara. Menulis 31 artikel dari masa praaksara hingga reformasi mengajarkan kami bahwa setiap sudut Bumi Giri menyimpan sumbangsih besar bagi sejarah Republik. Kami berharap buku ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para guru dan siswa sebagai sumber belajar sejarah lokal," papar Fery dan Surya.
Inovasi ini mengundang decak kagum dari perwakilan peserta dan Ketua MGMP Sejarah SMA kabupaten/kota se-Jawa Timur. Salah satu pengunjung menuturkan bahwa acara ini menjadi arena studi tiru yang sangat memotivasi.
"Kegiatan hari ini sangat menginspirasi kami sebagai studi tiru untuk daerah kami. Selamat untuk MGMP Sejarah Gresik yang berhasil menelurkan karya yang sangat epic. Pameran produk media pembelajarannya sangat interaktif, pameran gastronomi dengan hidangan khas seperti pudak dan jubung yang dilengkapi sejarah kuliner membuat kami memahami bahwa belajar sejarah bisa melalui rasa dan tradisi," puji salah seorang peserta.
Baca Juga: Gandeng APH dan BNN, Rutan Gresik Gelar Razia Blok Hunian Hingga Tes Urine Pegawai dan Warga Binaan
Penerbitan cetakan pertama buku oleh MGMP Sejarah SMA/SMK Kabupaten Gresik ini diharapkan menjadi batu pijakan penting dalam penguatan literasi digital, pendidikan karakter, serta pelestarian memori kolektif lokal dalam jalinan sejarah Indonesia. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik