RADAR GRESIK – Sebanyak 290 pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 18 kecamatan di Kabupaten Gresik mengikuti Workshop Inovasi Pembelajaran (Inobel) dan Diseminasi Matematika Gembira.
Kegiatan tersebut menjadi upaya meningkatkan kompetensi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto, dan dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dr. Nur Hamidah, S.Pd., M.Pd., Plt Kepala Bidang Pengelolaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Anton Arief Al Hakim, S.Kom., M.M., serta Koordinator PLS Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Dedhy Purwoko, S.Sos.
Baca Juga: Perkuat Bahasa Asing, SMP YIMI FDS Gresik Hadirkan Native Speaker Asal Jepang
Hariyanto mengatakan inovasi pembelajaran menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru yang terus mengembangkan kompetensi dan mampu berinovasi diharapkan dapat menghasilkan proses pembelajaran yang lebih baik bagi anak didik.
“Inovasi pembelajaran menjadikan guru-guru lebih berkualitas, sehingga akan menghasilkan anak didik yang berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kompetensi pendidik harus terus dilakukan melalui semangat untuk memperbarui dan meningkatkan kemampuan diri.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Kosong Dekat Pabrik di Manyar Resahkan Warga, Damkar Gresik Terjunkan 8 Personel
“Kunci seorang pendidik adalah upgrade diri dan update diri,” katanya.
Ia menekankan, inovasi dalam pembelajaran harus mampu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik. Guru tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi perlu menciptakan proses belajar yang membuat anak merasa senang dan ingin kembali mengikuti pembelajaran.
“Kalau murid belum menyampaikan, ‘Bu, Pak, aku senang. Diulangi lagi pelajarannya,’ tandanya kita belum berinovasi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PKG PAUD Kabupaten Gresik Jannatul Ma’wa, S.Pd., M.Pd. mengatakan workshop tersebut diinisiasi untuk meningkatkan kompetensi seluruh pendidik PAUD di Kabupaten Gresik.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Kosong Dekat Pabrik di Manyar Resahkan Warga, Damkar Gresik Terjunkan 8 Personel
Sasarannya mencakup guru dari berbagai satuan pendidikan anak usia dini, mulai Satuan PAUD Sejenis (SPS), Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), hingga Taman Kanak-kanak (TK).
“Kami ingin meningkatkan kompetensi pendidik PAUD yang ada di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Melalui workshop tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan cara mengajar di sekolah. Guru didorong untuk menciptakan beragam media pembelajaran, baik yang memanfaatkan potensi lingkungan sekitar maupun teknologi digital.
Baca Juga: PWI Gresik Gelar Doa Bersama bagi Keselamatan Lima Jurnalis Hilang saat Liput Erupsi Krakatau
Sekretaris PKG PAUD Kabupaten Gresik periode 2026–2029, Ardhiana Yoghi Savitrie, M.Pd., turut mendukung upaya penguatan kompetensi guru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidik menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Dalam sesi workshop, narasumber Andi Herawanto, S.Pd., S.E. mendorong para guru untuk tidak berhenti menciptakan gagasan baru dalam dunia pendidikan. Salah satunya dengan mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Andi menjelaskan, inovasi memberikan perubahan yang bermakna dan dapat berawal dari persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar maupun komunitas pendidikan.
Baca Juga: Latihan Keras hingga Uji Coba, SMK PGRI 1 Gresik Siap Beri Kejutan di Turnamen Bahlil Mini Soccer
Menurutnya, terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan guru untuk memunculkan inovasi. Pertama, melihat berbagai persoalan yang ada di sekitar. Kedua, menumbuhkan kepedulian dan empati terhadap murid serta lingkungan.
Selanjutnya, guru perlu membiasakan diri untuk bertanya, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain, mengenai hal-hal yang dapat diperbaiki dan dikembangkan. Proses tersebut kemudian perlu direfleksikan hingga muncul gagasan baru.
“Setelah memiliki gagasan, yang terpenting adalah menciptakan. Gagasan harus direalisasikan, jangan hanya direncanakan,” pesannya.
Baca Juga: Polsek Menganti Gresik Bekuk Residivis Pencuri Uang Rp40 Juta di Toko Bangunan
Para peserta juga mendapatkan materi Diseminasi Matematika Gembira yang disampaikan narasumber Mufarochah, S.Pd.. Dalam pembelajaran matematika untuk anak usia dini, peserta diperkenalkan pendekatan yang mendorong guru menggali dan mengeksplorasi pemahaman anak, memuat konten dalam aktivitas, mengikuti pemikiran murid, serta merayakan proses dan mengakhiri pembelajaran secara bermakna.
Melalui kegiatan ini, para pendidik diharapkan tidak hanya menjadi guru yang berfokus menyampaikan materi, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berkesan bagi anak.
“Jadilah guru yang tidak hanya mengajar, tetapi jadikan murid memiliki pembelajaran yang bermakna. Perbaiki visi dan misi kita untuk menjadi guru yang berdedikasi,” ujar salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Unjuk Kebolehan di Gresik Umrah & Hajj Fest 2026, Tim Banjari SD NU Nurul Ishlah Pukau Pengunjung
Ke depan, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan lomba Inovasi Pembelajaran tingkat PAUD. Hasil inovasi dari para pendidik nantinya akan didiseminasikan kepada guru-guru PAUD di Kabupaten Gresik sehingga praktik baik pembelajaran dapat diterapkan lebih luas.
Dengan adanya workshop dan diseminasi tersebut, diharapkan para guru PAUD di Gresik semakin adaptif dalam mengembangkan metode dan media pembelajaran.
Baik dengan memanfaatkan lingkungan sekitar maupun teknologi digital, seluruh inovasi tersebut diharapkan bermuara pada terciptanya pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna bagi anak. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik