RADAR GRESIK – SMP YIMI Full Day School (FDS) Gresik terus mempertajam kompetensi berbahasa internasional para siswanya melalui kelas peminatan bahasa.
Untuk memperkuat kemampuan berkomunikasi secara langsung, sekolah mendatangkan penutur asli (native speaker) asal Jepang, Shoji Suzuka Sensei, melalui program Nihongo Partner dari Japan Foundation pada Selasa (15/9/2026).
Fokus kegiatan ini secara khusus menyasar para siswa kelas peminatan bahasa di tingkat kelas 7. Sebanyak 25 siswa di kelas peminatan tersebut mendapatkan kesempatan berinteraksi secara intensif pada sesi pertama kegiatan.
Baca Juga: Gali Potensi Siswa, SMP YIMI Gresik Gelar Student Talent Show dan Siapkan Kelas Peminatan
Guru bahasa Jepang SMP YIMI, Susi Sujanah menuturkan, para siswa diajak menyelami kebudayaan Jepang, tata bahasa dasar, hingga gambaran kehidupan sehari-hari di Negeri Sakura yang disampaikan secara interaktif lewat analogi kehidupan di Indonesia.
"Mereka di kelas bahasa belajar secara langsung bagaimana makan menggunakan sumpit. Shoji Suzuka Sensei, mengajak anak-anak praktik secara langsung," ujarnya.
Kepala SMP YIMI FDS, Ainun Na'im, M.Pd., menyampaikan bahwa interaksi langsung dengan penutur asli merupakan bagian mendasar dari penguatan kurikulum kekhasan di kelas peminatan bahasa.
Baca Juga: Awal Semester Bertabur Prestasi, Siswa SMP YIMI Gresik Borong Juara dari Berbagai Tingkat
"Untuk kelas peminatan bahasa, ada spesifikasi khusus di mana bahasa Jepang diajarkan secara mendalam sebagai salah satu kurikulum khas kami. Sebagai penguatan tiap tahunnya, kami rutin mendatangkan native speaker langsung dari Jepang, serta penutur asli bahasa Inggris dari Amerika, Inggris, dan Italia," tutur Ainun Na'im.
Selain peminatan bahasa Jepang, kelas peminatan bahasa di SMP YIMI FDS juga membekali siswa dengan bahasa Inggris dan Mandarin. Melalui kurikulum khusus ini, para siswa ditargetkan tidak hanya paham teori, tetapi juga mahir dan percaya diri berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan.
Untuk menjaga standar kualitas di kelas peminatan bahasa, evaluasi dilakukan secara berkala melalui ujian tertulis dan lisan setiap akhir semester. Memasuki kelas 9, para siswa juga disiapkan mengikuti tes TOEFL menjelang kelulusan.
"Target utama dari penggalangan program di kelas peminatan bahasa ini adalah agar anak-anak tersertifikasi secara resmi. Sertifikasi ini nantinya menjadi jaminan prestasi siswa saat berlaga di olimpiade bahasa, sekaligus membekali mereka agar benar-benar mahir berkomunikasi," tambah Ainun Na'im.
Sebagai pelengkap rangkaian acara, sesi kedua digelar di aula sekolah untuk seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9. Sesi ini berfungsi sebagai pemantik motivasi dan pengenalan wawasan budaya global bagi seluruh siswa di luar kelas peminatan bahasa. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik