RADAR GRESIK – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik terus berupaya memperkuat kapasitas para pendidik.
Melalui program Guru Permata Finansial, Dispendik mendorong guru untuk cerdas mengelola keuangan pribadi sekaligus menjadi teladan bagi para siswa di tengah masifnya perkembangan layanan keuangan digital.
Program yang diinisiasi lewat kolaborasi PermataBank dan PiBo ini dirancang secara intensif selama tiga bulan.
Baca Juga: Kenal Islam Sejak di China, Pekerja Asal Tiongkok Mantap Bersyahadat di MUI Gresik
Pembekalan menitikberatkan pada keterampilan literasi finansial praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari perencanaan keuangan, penyusunan anggaran, pencegahan penipuan daring, hingga pengenalan prinsip investasi.
Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dispendik Gresik, Dr. Nur Hamidah, menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan pribadi kini menjadi kebutuhan krusial bagi seorang pendidik.
“Setelah diberikan pelatihan literasi finansial, guru diharapkan menguasai aspek literasi finansial yang nantinya bisa diajarkan kepada peserta didik,” ujar Hamidah.
Baca Juga: Pagu Dinsos Gresik Naik Rp154,8 Juta, DPRD Soroti Pengurangan Hibah Hingga Alokasi Penanganan Mr. X
Langkah ini sekaligus merespons tingginya risiko keuangan digital yang membayangi para pendidik. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sekitar 47 persen korban pinjaman online (pinjol) berasal dari kalangan guru.
Karena itu, program ini hadir untuk mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) sekaligus melindungi guru dari kejahatan siber dan jebakan utang.
Tak hanya berhenti pada pengelolaan keuangan pribadi, peserta juga dibekali metode pengajaran finansial yang mindful, meaningful, dan joyful. Melalui pendekatan seperti buku cerita dan media digital interaktif, materi keuangan diharapkan dapat disampaikan secara menyenangkan kepada siswa sekolah dasar.
Baca Juga: Pagu Dinsos Gresik Naik Rp154,8 Juta, DPRD Soroti Pengurangan Hibah Hingga Alokasi Penanganan Mr. X
Hamidah merinci, materi literasi finansial fokus pada tiga kemampuan utama:
-
Pengetahuan (Knowledge): Memahami konsep uang, produk keuangan (perbankan, investasi, dan asuransi), serta hak dan kewajiban konsumen.
-
Keterampilan (Skill): Mampu menyusun anggaran, mengelola utang secara bijak, dan mengkalkulasi risiko keuangan.
-
Penerapan: Mengaplikasikan kebiasaan finansial sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Berikan Bebas SPP Hingga Rekreasi untuk Paskibraka, Kebijakan SMK HU-BP Dipuji Anggota DPRD Gresik
Pada 2026, program ini menyasar 40 guru SD dan 800 siswa kelas 3–4 SD dari 20 SD Negeri yang tersebar di Kota Sukabumi, Kota Serang, dan Kabupaten Gresik. Gresik menjadi wilayah ketiga yang memasuki tahap sosialisasi usai pelaksanaan di Sukabumi dan Serang pada Mei dan Juni lalu.
Selain mendapatkan satu hari pelatihan bersama pakar, para guru peserta akan memperoleh sertifikat resmi, akses gratis selama tiga bulan ke 1.200 lebih buku digital interaktif, serta kesempatan mengikuti kompetisi berhadiah.
“Harapannya, literasi finansial ini tidak hanya berhenti pada guru. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus ditularkan kepada peserta didik,” pungkanya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik