RADAR GRESIK – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29, SMKN 1 Cerme Gresik menggelar bursa kerja (Job Fair) yang dipusatkan di Sarana Olahraga (SOR) Ajisaka, Rabu (26/8/2026). Ajang ini menjadi jembatan strategis untuk mempertemukan para lulusan vokasi dengan puluhan perusahaan penyedia lapangan kerja.
Melalui kolaborasi antara Bursa Kerja Khusus (BKK) sekolah dan sektor industri, ajang ini tidak hanya dibuka bagi alumni SMKN 1 Cerme, melainkan juga merangkul lulusan dari berbagai SMK di wilayah sekitarnya.
Ketua Panitia Job Fair, Suhartono, melaporkan bahwa secara keseluruhan terdapat 28 perusahaan yang berpartisipasi dengan membuka hingga 1.277 formasi lowongan kerja, baik untuk penempatan dalam negeri maupun luar negeri.
Rangkaian acara dibuka langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi dengan pemukulan gong. Eko menilai usia ke-29 tahun merupakan momentum matang bagi SMKN 1 Cerme untuk melakukan refleksi dan transformasi pendidikan vokasi masa depan.
Selain itu pihaknya mendorong agar ikatan antara sekolah dan sektor swasta ditingkatkan melalui konsep kemitraan orang tua asuh industri (One School One Industry).
"Pendidikan vokasi tidak hanya merespon kebutuhan masa kini, tetapi juga masa depan melalui penyusunan kurikulum yang relevan. Kami berharap perusahaan bisa menjadi 'orang tua asuh' bagi sekolah. Jadi industri tidak hanya menyerap, tetapi juga ikut mempersiapkan, membina, dan mengembangkan proses pembelajaran di sekolah," tegas Eko.
Selain itu, Eko berpesan kepada para alumni agar terus menempa diri dan memahami bahwa kesuksesan karir membutuhkan proses yang alamiah.
"Keahlian teknis dan hardskill memang penting, namun softskill, kedisiplinan, serta daya tahan (resilience) adalah hal utama yang menentukan seberapa jauh kalian bisa melangkah dan bertahan saat sudah diterima di dunia industri," pungkasnya.
Kepala SMKN 1 Cerme, Darwati, menegaskan bahwa sekolah berupaya penuh menjadi penghubung yang menjembatani potensi para alumni dengan kebutuhan industri. Sebelum terjun ke dunia kerja, siswa telah dibekali keterampilan teknis (hardskill), karakter, softskill, hingga program guru tamu dari praktisi industri.
Baca Juga: Sediakan 2.000 Lowongan, Ribuan Pencari Kerja Serbu Hari Pertama Job Fair Gresik 2026
"Dari tahun ke tahun minat anak-anak kami untuk langsung bekerja mencapai 72 persen, 20 persen melanjutkan ke perguruan tinggi, dan sisanya memilih berwirausaha. Hal itu menjadi latar belakang kami mempertemukan mereka dengan pelaku industri. Harapannya memberikan manfaat besar sehingga alumni berpotensi bisa langsung bertemu dengan pencari kerja," jelas Darwati.
Ia menambahkan, siswa juga dibekali penyusunan portofolio digital, sertifikasi kompetensi P1 dan P3, hingga sertifikasi bahasa Inggris (TOEIC). Mengingat ada perusahaan yang membutuhkan 20 hingga 50 formasi sekaligus, pihaknya menyatakan siap membuka kelas industri khusus agar lulusan kian siap pakai.
"Hubungan mitra industri dan sekolah bisa lebih erat, tidak hanya saat Praktik Kerja Lapangan (PKL), tetapi juga meningkatkan keterserapan para alumni," tambahnya.
Baca Juga: Respons Dugaan Pungli Rekrutmen di KEK Manyar, Disnaker Gresik Panggil Perusahaan Penyalur Pekan Ini
Dukungan sektor industri juga terlihat dari keterlibatan mitra swasta. Perwakilan industri, Emanuel Wara, mengungkapkan bahwa di tengah persaingan ekonomi global yang kian ketat, pihaknya menyiapkan sebanyak 400 lowongan kerja yang mencakup program penempatan luar negeri dan magang kerja.
Sementara itu Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyambut positif gelaran ini. Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Gresik, Heru Purnomo, menyampaikan apresiasinya karena bursa kerja ini sejalan dengan program daerah dalam menekan angka pengangguran serta mendorong penyerapan 60 persen tenaga kerja lokal.
"Kami memiliki sistem terintegrasi seperti Redinaker dan kanal Gresikkerja yang memuat seluruh informasi lowongan di Kabupaten Gresik. Kami mengimbau perusahaan yang belum terdaftar untuk segera bergabung menjadi admin guna mempercepat pengurangan angka pengangguran. Selain itu, seluruh alumni juga akan kami bekali pelatihan gratis dari Disnaker untuk menambah keterampilan agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang layak," papar Heru. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik