RADAR GRESIK – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik (SMANUSA) berlangsung dengan cara unik dan inspiratif. Usai menggelar upacara bendera, warga sekolah disuguhkan pementasan drama kolosal bertajuk “Bara di Kali Lamong” di halaman sekolah, Senin (17/8/2026).
Pementasan yang disutradarai oleh Arga Danadyaksa tersebut merupakan hasil kolaborasi ciamik antara IPNU-IPPNU SMANUSA dengan lintas ekstrakurikuler, yakni teater, seni tari, serta Paskib Nusa.
Pertunjukan ini mengangkat narasi fiksi sejarah tentang perjuangan sengit rakyat mempertahankan tanah Gresik pada era perang kemerdekaan, tepatnya Desember 1945.
Baca Juga: Hipnotis Tamu Undangan GPA Award 2026, Nusa Octave Orchestra SMANUSA Gresik Tampil Memukau
Alur cerita mengabarkan kedamaian masyarakat di sekitar bantaran Kali Lamong yang mendadak pecah akibat invasi pasukan gabungan Inggris dan Belanda. Perlawanan sengit pun berkobar, hingga para pejuang mengambil taktik membom dan menghancurkan akses Jembatan Kali Lamong guna memutus rantai bantuan militer musuh.
Adegan pertempuran yang dimainkan secara dramatis oleh para siswa sukses memikat perhatian ratusan penonton. Suasana haru dan nasionalisme kian terasa saat pementasan ditutup dengan momen gugurnya para pahlawan, pengibaran Sang Merah Putih, serta pembacaan puisi perjuangan yang menyentuh hati.
Kepala SMANUSA, Dr. H. Agus Syamsudin, M.A., dalam amanatnya selaku pembina upacara menegaskan bahwa proses pendidikan di sekolah tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, melainkan wajib ditopang oleh penguatan karakter dan adab.
Baca Juga: Konsisten, Stagecraft SMANUSA 2026 Hadirkan Kolaborasi Teater Lintas Sekolah.
“Ilmu dan kecakapan perlu berjalan bersama karakter dan adab. Karena pendidikan pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang diketahui, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bersikap dan memberi manfaat bagi sesama,” tegas Agus.
Senada, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMANUSA, Saifuddin Zuhri, M.Pd., menjelaskan bahwa pementasan ini merupakan komitmen sekolah dalam menghadirkan ekosistem pengembangan potensi siswa yang dinamis.
“Kami ingin memberikan ruang agar potensi anak tidak hanya berkembang melalui kegiatan konvensional. Kami mencoba menghadirkan kegiatan yang out of the box, sehingga siswa bisa berekspresi, berkolaborasi, sekaligus mengasah potensinya,” ungkap Saifuddin.
Baca Juga: SMANUSA Gresik Tutup MPLS dengan Ziarah Wali dan Pentas Ekstrakurikuler
Sementara itu, Ketua IPNU SMANUSA, Muhammad Enzo Wildan Hariyono, menambahkan bahwa drama kolosal ini digagas sebagai sarana edukasi sejarah berbasis seni.
“Drama ini kami inisiasi sebagai ruang kreasi bakat siswa, sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih lewat sejarah perjuangan panjang yang harus kita hormati,” tuturnya.
Sebelumnya, penguatan bakat seni di SMANUSA juga telah diawali lewat kompetisi teater antarkelas pada 13 Agustus 2026 yang diikuti oleh 21 kelompok. Melalui paduan seni, sejarah, dan kolaborasi ini, SMANUSA sukses menjadikan seremoni kemerdekaan sebagai wahana pembelajaran karakter yang berdampak nyata. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik