RADAR GRESIK – Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan penentuan masa depan generasi muda.
Menyadari hal tersebut, Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik menggelar program MUI Goes to School di UPT SMP Negeri 2 Gresik, Jalan KH Kholil No. 16, Kebungson, Gresik, Senin (10/8).
Mengusung tema “Membina Karakter, Menginspirasi Generasi”, kegiatan edukatif ini bertujuan membekali para siswa dengan pemahaman agama, kesadaran menjaga diri dari pergaulan bebas, serta pentingnya membangun benteng moral sejak dini.
Ketua MUI Kabupaten Gresik Bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga, Nyai Hj. Hajar Idris, menekankan pentingnya shalat lima waktu serta rasa hormat kepada orang tua dan guru sebagai fondasi utama pencegahan perbuatan maksiat.
“Nasihat kami dari MUI yang pertama adalah mari jaga shalatnya. Dengan keberkahan shalat, insyaallah anak-anak terbentengi dari perbuatan maksiat,” tutur Bu Nyai Hajar sembari mengutip Surat Al-'Ankabut ayat 45.
Lebih lanjut, Nyai Hajar mengingatkan risiko nyata pergaulan bebas dan hubungan di luar nikah. Pengalaman MUI Gresik saat memberikan Bimbingan Konseling bagi pemohon dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA) Gresik menunjukkan masih maraknya kasus kehamilan pada anak usia belasan tahun.
Baca Juga: Momentum Muharram Berbagi 1448 H, RUPS MUI Gresik Salurkan Santunan di Rumah Yatim Al Firman
“Kami melihat begitu tragisnya ketika MUI Gresik melakukan Bimbingan Konseling Pemohon Dispensasi Nikah di PA Gresik. Anak-anak yang masih berusia belasan tahun sudah hamil. Kepada anak-anak, jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah pada usia anak karena membawa risiko fisik maupun psikis. Sesuai undang-undang, batas minimal usia pernikahan adalah 19 tahun. Jaga diri dan jaga hati,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, MUI Gresik turut mengapresiasi langkah progresif UPT SMPN 2 Gresik yang menerapkan pemisahan kelas antara siswa laki-laki dan perempuan sebagai ikhtiar menjaga iklim pergaulan yang kondusif di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala UPT SMPN 2 Gresik, H. Mohammad Salim, M.Pd.I., menyambut hangat dan mengapresiasi kehadiran pengurus MUI Gresik. Menurutnya, materi keputrian dan pembinaan karakter sangat krusial bagi bekal masa depan para murid.
Baca Juga: MUI Gresik Genjot Kemampuan Pengurus Susun Rekomendasi Kebijakan Berbasis Data
“Kami sangat berterima kasih kepada MUI Kabupaten Gresik yang telah memberikan kegiatan inspiratif ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak perempuan yang membutuhkan pengetahuan keputrian sebagai bekal masa depan mereka,” ujar Salim.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga MUI Kabupaten Gresik Hj. Endang Herawaty, S.Psi., beserta jajaran pengurus meliputi Hj. Tulus Ujiati, M.Pd.I., dr. Hj. Muzammila, dan Hj. Dewi Fatimah, S.Ag. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik