Kegiatan yang terpusat di Auditorium SMK SIG ini dihadiri oleh puluhan pendidik mewakili 55 lembaga binaan PT Pertamina Lubricants dari seluruh Indonesia, yang terdiri atas 53 SMK dan dua pondok pesantren.
Dalam agenda tersebut, Kepala SMK SIG, Choirul Ichsan, turut memaparkan profil dan sejarah panjang perjalanan sekolah di hadapan para peserta benchmark.
Baca Juga: Rawat Kebinekaan, SMA SIG Raih Radar Surabaya Awards 2026 Sebagai Pelopor Sekolah Moderasi Beragama
“Sebagai salah satu SMK tertua di wilayah ini, kami selalu mengedepankan kerja sama yang kuat dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Langkah ini menjadi kunci utama kami dalam menyiapkan para lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi dan kompetitif di dunia kerja,” tutur Choirul Ichsan.
Penunjukan SMK SIG sebagai pusat percontohan nasional bukan tanpa alasan. Senior Staff CSR PT Pertamina Lubricants, Asep Saputro, menjelaskan bahwa performa impresif SMK SIG pada tahun sebelumnya menjadi pertimbangan utama pemilihan lokasi.
“Tahun ini digelar di sini, karena tahun lalu SMK SIG menjadi yang terbaik dalam ajang Enduro Skill Contest. Kami lihat penyampaian ide-ide saat presentasi tersampaikan secara maksimal, sehingga kami membawa bapak ibu sekolah binaan ke sini,” ungkap Asep.
Baca Juga: Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Koramil Gresik Gembleng Siswa Baru SMK SIG Lewat Pelatihan PBB
Asep menambahkan, ajang ini menjadi wadah untuk saling membagikan ilmu marketing serta strategi pengelolaan Teaching Factory (TEFA) agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Merubah hal biasa menjadi luar biasa merupakan ilmu marketing yang bisa memberikan efek positif dan meyakinkan masyarakat sekitar. Harapannya hari ini bisa saling menggali bagaimana mengolah dan mendirikan TEFA yang bisa digunakan masyarakat. Apa yang para guru perjuangkan untuk siswa SMK masing-masing tentu akan mendapatkan imbalan yang sesuai,” tegasnya.
Keberhasilan SMK SIG dalam mengimplementasikan program vokasi ini terlihat nyata dari operasional Bengkel Kita Motor yang berlokasi di jalan umum dan melayani masyarakat umum secara profesional.
Baca Juga: Lepas Angkatan 47, SMA SIG Buktikan Diri Sebagai Sekolah Multibahasa dan Rumah Para Talenta Juara
Bengkel yang dibangun sekolah melalui dukungan CSR PT Pertamina Lubricants ini dipimpin oleh guru pendamping, diperkuat dua alumni sebagai mekanik utama, serta dua siswa aktif sebagai helper yang bertugas secara bergilir. Meski persaingan perbengkelan cukup ketat, unit usaha ini berhasil mencatatkan omzet perdana mencapai Rp 100 juta.
Kajur Teknik Otomotif SMK SIG, Wiyan Dwi Pangestu, S.Pd menyambut positif kepercayaan ini dan menekankan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan di lingkungan sekolah vokasi.
“Benchmark ini bukan hanya kegiatan kunjungan, tetapi momentum untuk kita saling belajar, bertukar pikiran, dan berbagi hal baik. Melalui program ini, sekolah tidak hanya berorientasi pada hal teknik, namun juga belajar jiwa entrepreneur, menyikapi kustomers, dan menjaga bengkel tetap berdiri. Kemitraan dengan dunia industri ini menjadi kunci membekali peserta didik menuju dunia kerja,” terangnya.
Baca Juga: Keren! Siswa SMK Semen Gresik Ciptakan Aplikasi E-Voting Berbasis Web untuk Pemilihan Ketua OSIS
Manfaat dan inspirasi dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta luar daerah. Guru SMKN 5 Padang, Ronal Fujianto, mengaku terkesan dengan pengelolaan unit wirausaha yang diterapkan di SMK SIG.
“Saya sangat terkesan di sini. SMK SIG menjadi pilot project tempat kami belajar. Kami bisa mengadopsi mengenai pengelolaannya di sini untuk dibawa ke Padang agar kedepannya sekolah kami bisa memberikan dampak yang sama. Kami berharap kegiatan ini tetap berlanjut setiap tahunnya dan diperluas ke sekolah lainnya, terutama di wilayah Indonesia timur,” ujar Ronal.
Seluruh peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk meninjau langsung operasional Bengkel Kita Motor serta fasilitas laboratorium praktik sekolah. Agenda ini juga dihadiri oleh Pimpinan Cabang BRI setempat sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung penguatan ekosistem wirausaha vokasi. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik