RADAR GRESIK – Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (APERTI BUMN) sukses menggelar acara penganugerahan (Awarding) Beasiswa APERTI BUMN Tahun 2026 pada hari Kamis (02/07).
Bertempat di Auditorium Kampus B Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) selaku tuan rumah, acara ini menandai puncak dari rangkaian seleksi ketat program beasiswa nasional yang telah diinisiasi sejak tahun 2019.
Penganugerahan beasiswa APERTI BUMN tahun ini mengusung tema "Membangun Talenta Muda Unggul dalam Transformasi Energi, Teknologi, dan Logistik Menuju Industri Berkelanjutan Indonesia."
Acara ini dihadiri secara hibrida oleh jajaran rektor aliansi serta 312 talenta muda terbaik bangsa yang terpilih sebagai penerima beasiswa resmi.
Keberhasilan para penerima ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat dan terstruktur yang berlangsung sejak 25 Mei hingga puncaknya pada pengumuman akhir tanggal 2 Juli 2026, menyisihkan total 10.244 pendaftar yang bersaing ketat melalui tahapan administrasi, tes online, hingga wawancara.
Dari 312 talenta yang lolos, alokasi bantuan pendidikan dibagi menjadi 47 penerima Beasiswa Penuh dan 265 penerima Beasiswa Parsial. Seluruh penerimabeasiswa tersebar di enam perguruan tinggi anggota aliansi, yaitu UISI, Telkom University (Tel-U), Universitas Pertamina, ITPLN, ULBI, dan Politeknik Semen Indonesia.
Penentuan kuota dan skema pembebasan biaya pendidikan pada masing-masing institusi tersebut disesuaikan sepenuhnya berdasarkan kebijakan dan kesiapan internal kampus masing-masing.
Sebagai tuan rumah, Rektor UISI, Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., CA, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada UISI untuk mengawal momentum penting ini. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
"Tantangan ke depan sangat besar. Perguruan tinggi membentuk critical thinking. Itulah yang harus dibentuk dan tugas kita itu adalah bagaimana critical thinking itu menjadi terbentuk dan dipelajari. Tidak hanya melalui kegiatan akademik, tapi juga kegiatan non-akademik," ujar Dr. Eka Ananta.
Ia menambahkan, karakteristik perguruan tinggi di bawah aliansi ini memiliki keunggulan tersendiri karena lahir langsung dari rahim BUMN.
Baca Juga: UISI Hasilkan Lulusan Unggul dengan 11 Kompetensi Masa Depan, Puluhan Wisudawan Telah Bekerja
"Kami sangat sadar, kami lahir dari BUMN yang kami tahu persis bagaimana persoalan di dalam industri. Sehingga karena kami tahu persis persoalannya, maka kami juga pasti tahu persis bagaimana solusinya," tegas Dr. Eka Ananta optimis.
Selain kemampuan berpikir kritis, Rektor UISI ini juga menekankan pentingnya penguasaan kompetensi masa depan seperti komunikasi, kepemimpinan, hingga pengambilan keputusan yang kompleks (complex decision making).
Senada dengan tuan rumah, Ketua APERTI BUMN yang juga Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana, M.T., IPU, ASEAN Eng., membuka sambutannya dengan mengapresiasi kehangatan Kota Gresik dan sinergi yang terjalin.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi di bawah BUMN yang kini bertransformasi di bawah koordinasi Danantara memiliki posisi strategis sebagai think tank negara serta membawa visi nasionalisme yang kuat.
Prof. Iwa menargetkan, dalam lima tahun ke depan, seluruh perguruan tinggi anggota APERTI BUMN mampu menembus jajaran 10 besar terbaik di bidang kekhususannya masing-masing.
Baca Juga: Bupati Tabalong Gandeng Polteksi dan UISI di Gresik, Cetak 1.000 Sarjana Unggul Berbasis Industri
Untuk mencapai visi besar tersebut, ia menggarisbawahi bahwa kunci utamanya bukanlah persaingan, melainkan kolaborasi.
"Saya sebagai Ketua APERTI BUMN meyakini bahwa kekuatan aliansi ini adalah kolaborasi. Kita tidak bisa lagi membangun negeri ini dengan membangun persaingan. Competitiveness penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah kolaborasi. Karena tantangan dunia luar biasa. Geopolitik yang tidak baik-baik saja ini, kalau kita tidak berkolaborasi, negeri ini akan kalah," kata Prof. Iwa.
Bagi aliansi, program beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak talenta yang adaptif dan inovatif di kancah global demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ke depan, komitmen ini akan diperkuat melalui program strategis yang lebih luas, mulai dari riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga kemitraan erat dengan dunia industri.
Prof. Iwa juga menjelaskan bahwa anggaran beasiswa ini murni berasal dari internal universitas dan badan penyelenggara masing-masing, sehingga nominal totalnya bervariasi secara proporsional.
Komponen utama yang diberikan adalah pembebasan biaya pendidikan seperti SPP dan DPP (uang gedung), sementara fasilitas pendukung seperti uang saku atau asrama bergantung pada kebijakan dan kapasitas kondisional tiap kampus.
Terkait peluang kerja, Direktur Politeknik Semen Indonesia (POLTEKSI) Dr. Erlina Diamastuti, S.E., M.Si., Ak., CA., CRA., CSRS., CSRA menjelaskan bahwa status kepemilikan tidak serta merta memberikan jaminan otomatis masuk ke perusahaan induk tanpa seleksi. Namun, pihak kampus berkomitmen penuh memfasilitasi program magang industri sebagai jembatan utama menuju dunia kerja.
" Kita pasti membantu memfasilitasi terkait dengan magang dan sebagainya. Karena sekarang program pemerintah diarahkan ke magang terlebih dahulu baru bisa ditarik menjadi pekerja," jelas Dr. Erlina.
Sebaliknya, skema berbeda diterapkan oleh beberapa kampus lain seperti ULBI dan ITPLN yang memiliki program khusus. Kampus ULBI menyediakan jalur ikatan kerja langsung dengan PT Pos Indonesia sejak masa perkuliahan.
Sementara itu, ITPLN memiliki program kerja sama di mana 100 lulusan terbaik akan langsung diterima bekerja di PT PLN (Persero).
Kendati demikian, pihak aliansi menekankan bahwa dengan proses seleksi masuk yang ketat seperti tes skolastik dan kesiapan psikologis para penerima beasiswa ini sudah terbukti sebagai bibit unggul.
Dengan kualitas akademik dan non akademik yang ditempa selama kuliah, mereka diyakini akan menjadi lulusan terbaik yang mudah diserap pasar kerja secara mandiri.
Kebahagiaan dan rasa syukur terpancar jelas dari para mahasiswa yang berhasil lolos. Salah satunya adalah Nashwa Kaila Putri, alumni SMK Negeri 1 Surabaya jurusan Desain Komunikasi Visual, yang berhasil meraih beasiswa penuh di UISI.
"Tentunya saya sangat bersyukur dapat menerima beasiswa APERTI BUMN ini. Beasiswa ini juga bukan penunjang finansial saja, tetapi juga akan menunjang karier saya di masa depan," ungkap Nashwa penuh haru.
Komitmen serupa diutarakan oleh Muhammad Fahlul Umam, lulusan SMK Negeri 3 Tuban jurusan Teknik Pemesinan yang diterima pada Program Studi D3 Teknologi Mesin Politeknik Semen Indonesia. Ia menegaskan kesiapannya untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Saya akan berkomitmen penuh untuk menjaga prestasi saya dan untuk ke depannya saya bisa menjadi seseorang yang profesional dalam bidang saya," tutur pemuda yang akrab disapa Falah tersebut.
Acara penganugerahan ditutup dengan sesi penyampaian closing statement berupa pantun motivasi dari Penanggung Jawab Sementara (PJS) Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Techno. Djoko Triyono, S.Si., M.Si., yang mengingatkan seluruh calon mahasiswa untuk terus belajar keras demi mengejar cita-cita dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Adapun pengumuman nama nama siswa yang lolos Beasiswa Aperti BUMN 2026 dapat dilihat di Instagram apertibumn. (nov/han)
Editor : Hany Akasah