RADAR GRESIK – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Gresik sukses meluncurkan terobosan inovatif di bidang lingkungan dan kedaulatan pangan.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui implementasi Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), yang berfokus pada pemanfaatan optimal area pekarangan perkantoran yang mulanya tidak terpakai menjadi klaster pertanian perkotaan yang subur dan hijau, pada Rabu (19/6).
Sebagai penanda keberhasilan program, jajaran instansi menyelenggarakan agenda petik sayur bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, S.Pd., M.M. Giat panen perdana ini turut diikuti oleh Kasubag Tata Usaha, Kepala Seksi SMA/PK-PLK, Kepala Seksi SMK, perwakilan kepala sekolah, serta seluruh staf struktural di lingkungan Cabdindik setempat.
Baca Juga: Hari Libur Tetap Buka, Cabang Dinas Pendidikan Gresik Maksimalkan Pelayanan SPMB Jatim 2026
Komoditas sayuran yang berhasil dibudidayakan secara optimal hingga memasuki masa panen raya kali ini sangat bervariasi, meliputi tanaman terong, cabai, selada, pakcoy, hingga kembang kol. Keberhasilan produksi pangan lokal ini didorong oleh pola pengelolaan tanaman yang dilakukan secara disiplin melalui perawatan intensif dan penjadwalan penyiraman berkala.
Untuk jenis sayuran daun seperti pakcoy dan selada, waktu yang dibutuhkan sejak awal proses penanaman hingga siap dipetik membutuhkan durasi sekitar dua bulan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menegaskan bahwa program SIKAP ini mengemban misi penting untuk mengubah lahan pasif menjadi aset hijau yang bernilai guna tinggi di lingkungan pendidikan daerah.
“Program SIKAP ini dilaksanakan sebagai upaya konkret kami dalam memanfaatkan lahan kosong di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan agar menjadi lebih produktif dan bermanfaat. Selain mendukung gerakan penghijauan, kegiatan ini menjadi contoh program inovatif dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan pendidikan. Kami berharap program ini dapat menjadi pemantik inspirasi bagi SMA, SMK, dan PK-PLK, khususnya di wilayah Kabupaten Gresik, dalam mengembangkan pemanfaatan lahan sekolah secara kreatif dan berkelanjutan,” ujar Eko Agus Suwandi di sela-sela aktivitas memetik sayur.
Secara makro, program SIKAP tidak sekadar mengejar kuantitas hasil panen, melainkan difungsikan sebagai sarana edukasi luar kelas untuk menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya kemandirian pangan, kepedulian terhadap kelestarian ekosistem, serta pembentukan budaya hidup produktif.
Aktivitas agrikultur ini dirancang menjadi media pembelajaran hidup yang mendorong aspek kolaborasi, kreativitas, dan inovasi antar-satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, hijau, dan berdampak jangka panjang.
Melalui keberhasilan panen perdana ini, otoritas Cabdindik Gresik menaruh harapan besar agar ke depan semakin banyak lembaga sekolah yang tergerak untuk mereplikasi skema pemanfaatan lahan produktif ini sesuai dengan keunggulan potensi wilayah masing-masing.
“Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan budaya sekolah yang mandiri, peduli terhadap lingkungan, serta mampu mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami ingin gerakan ini menjadi praktik baik (good practice) yang direplikasi secara luas oleh sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari penguatan karakter siswa, inovasi pembelajaran, dan keberlanjutan di dunia pendidikan,” pungkas Eko Agus Suwandi secara optimistis. (rir/han)
Editor : Hany Akasah