RADAR GRESIK - SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School) sukses menggelar gelaran Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) Expo dan Open School Talent (OST) Performance 2026.
Mengusung tema “Creativity of Young Innovator”, kegiatan yang memamerkan hasil karya inovatif siswa kelas VI ini berlangsung meriah di Lantai 1 Icon Mall Gresik, Sabtu (23/5).
Kemeriahan acara sudah terasa sejak pukul 09.00 WIB saat persiapan stan dimulai. Para wali kelas dengan sigap memastikan kesiapan setiap kelompok, mulai dari kelengkapan alat peraga hingga dekorasi stan.
Acara tahunan ini kemudian resmi dibuka dengan penampilan memukau dari tari Rampak yang berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung mall.
Sesi pertama yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB dipandu dengan apik oleh Mikdzinatud Diniyah, S.Pd., bersama Alesha Shifa Azzahra (siswi kelas III Ceko), yang dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh tim OST Qiraah.
Sementara itu, sesi kedua pada pukul 12.00–14.00 WIB diambil alih oleh pasangan presenter Almira Fahrani, S.Pd., dan Ghaitsa Zahra Adara (siswi kelas V Dewi Sartika).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD Mugeb, Siti Latifah, S.Pd., yang hadir memberikan sambutan mewakili kepala sekolah, mengajak seluruh siswa untuk senantiasa menghargai proses, berani mencoba, dan terus mengasah jiwa inovasi.
Ia berpesan agar proses panjang yang telah dilalui hingga karya tersebut tercipta dapat dijadikan pelajaran berharga. Siswa diharapkan tidak takut gagal dan menjadikan kreativitas ini sebagai bekal di masa depan. Latifah juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada para guru pembimbing serta dukungan penuh dari orang tua siswa.
Panggung utama semakin semarak dengan suguhan 14 penampilan bakat dari OST. Mulai dari band siswa, storytelling, public speaking, robotik, vlogger, paduan suara, tari Candi Ayu, Tapak Suci, unjuk kemampuan bahasa asing, hingga demo olahraga seperti futsal, basket, panahan, renang, dan catur.
Kemeriahan tersebut ditutup dengan penampilan polisi cilik (Pocil) yang sangat menghibur penonton.
Selain unjuk bakat, esensi utama dari STEAM Expo ini adalah presentasi karya dari 10 kelompok terbaik kelas VI di atas panggung.
Berbagai inovasi brilian dipaparkan, antara lain Lamp Smart Garden dan Kapal Panel Surya dari kelas VI A, River Cleaning Robot dan Smart Aqua Peddy System dari kelas VI B, Clean Bot Car dan Hidro Eco Circle dari kelas VI C, Tangan Robot Hidrolik dan Penyiram Tanaman Otomatis dari kelas VI D, serta Topi Tunanetra dan Kincir Panel Surya dari kelas VI E.
Dari sepuluh finalis tersebut, dewan juri menetapkan sejumlah pemenang untuk beberapa kategori.
Kategori Best Project diraih oleh kelas VI B (Smart Aqua Peddy System), Best Innovation disabet kelas VI A (Lamp Smart Garden), Best Presentation dimenangkan kelas VI C (Hidro Eco Circle), Best Design diraih kelas VI D (Penyiram Tanaman Otomatis), Best Collaboration didapatkan kelas VI E (Topi Tunanetra), dan kategori Best Favorite Team diraih oleh kelas VI E (Jembatan Hidrolik).
Selain itu, sekolah juga memberikan penghargaan terbaik untuk coding kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) kepada perwakilan dari tiap-tiap kelas.
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi tinggi dari kalangan akademisi. Hadir sebagai undangan, Dosen PGSD Universitas Muhammadiyah, Nata Nataria Wahyuning Subayani, S.Pd., M.Pd.
Perempuan yang akrab disapa pencinta pendidikan ini mengakui konsistensi SD Mugeb dalam mempertahankan kualitas acara ini selama tiga tahun berturut-turut sebagai wadah efektif pembentuk pola pikir kritis anak sejak dini.
Menurutnya, kolaborasi antara siswa dan ustadz-ustadzah pendamping berjalan luar biasa serta terencana matang dari awal hingga akhir.
Nata menambahkan bahwa karya-karya yang lahir merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menjawab kebutuhan sehari-hari di lingkungan terdekat.
Berawal dari keresahan mandiri, para siswa berhasil melahirkan inovasi brilian yang patut dibanggakan. Ke depan, ia berharap pameran ini dapat menembus kancah internasional melalui jaringan sister school luar negeri yang dimiliki SD Mugeb, sehingga siswa dapat berkolaborasi global melahirkan solusi lingkungan berbasis sensor digital maupun pengolahan limbah.
Salah satu inovasi pertanian ramah lingkungan yang paling mencuri perhatian dalam expo kali ini adalah Smart Aqua-Paddy System (S.P.A.S) karya siswa kelas VI Biola.
Rega, salah satu siswa perwakilan kelompok, menjelaskan bahwa sistem pertanian terpadu berbasis STEAM ini dirancang untuk membantu petani menjaga produktivitas sawah tanpa merusak ekosistem darat maupun perairan di sekitarnya.
Terlebih, alat ini sepenuhnya digerakkan oleh energi terbarukan melalui panel surya, menjadikannya solusi jitu untuk area persawahan yang jauh dari pasokan listrik perkotaan.
Cara kerja S.P.A.S tergolong sistematis dan ramah lingkungan. Panel surya bertugas menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik yang disimpan dalam baterai.
Energi tersebut kemudian disalurkan untuk mengaktifkan pompa air dan menggerakkan aerator. Aliran udara dari aerator ini berfungsi meningkatkan kadar oksigen di ekosistem perairan sekaligus membantu proses penyuburan tanah secara alami.
Melalui tanah yang subur tersebut, penggunaan pupuk kimia dan pestisida berbahaya dapat dicegah, sehingga membawa dampak positif yang masif bagi petani dan kelestarian lingkungan. (jar/han)