RADAR GRESIK – Suasana Ramadan di pusat Kabupaten Gresik mendadak semarak pada Kamis malam (12/3). Ratusan cahaya dari lampu hias tampak menghiasi jalanan kota dalam gelaran "Malam Telulikuran" yang diinisiasi oleh keluarga besar KB-TK/SD/SMP YIMI Full Day School.
Kegiatan yang berpusat di SD YIMI ini tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga hiburan visual bagi masyarakat. Rangkaian acara dimulai dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, dilanjutkan dengan kirab Ramadan keliling kota, dan dipuncaki dengan Salat Tasbih bersama yang berlangsung khidmat.
Karena kekhusyukan ibadah penutupnya, agenda ini juga populer disebut sebagai “Malam Seribu Tasbih.”
Kirab Ramadan menjadi daya tarik utama. Dimulai dari halaman SD YIMI, iring-iringan menyusuri rute historis mulai dari Jalan KH Agus Salim, Jalan Malik Ibrahim, kawasan Alun-Alun Gresik, hingga Jalan Pahlawan.
Barisan kirab dipimpin oleh kereta kencana yang megah. Di belakangnya, para siswa dari jenjang TK hingga SMP berjalan tertib membawa lampu hias dengan berbagai ornamen kreatif. Suasana semakin hidup dengan iringan musik tradisional bernada gong yang menciptakan ritme khas Ramadan di Kota Santri.
Ketua Pelaksana, Abdur Rochim, menjelaskan bahwa Malam Telulikuran ini adalah pengejawantahan dari visi misi YIMI untuk mencetak generasi beriman dan bertakwa.
“Kami berharap Malam Telulikuran ini menjadi ikon baru bagi keluarga besar YIMI yang dilaksanakan setiap tahun. Ini adalah pelajaran nyata bagi anak-anak tentang semangat syiar agama, agar mereka tumbuh menjadi generasi unggul yang membanggakan bangsa,” ungkap Rochim.
Tak hanya fokus pada aspek seremonial, nilai sosial juga kental terasa. Sejak pagi hari, para siswa telah melaksanakan penyaluran zakat fitrah. Sebagai penutup rangkaian acara di malam hari, panitia membagikan paket sembako kepada para jamaah salat Tasbih sebagai bentuk kepedulian antarsesama.
Antusiasme tinggi terpancar dari wajah para siswa, meski harus menempuh rute kirab yang cukup panjang.
“Capek sih, tapi senang sekali karena bisa ikut kirab bareng teman-teman dan belajar banyak tentang cara beribadah yang seru,” kata Alifah, siswi kelas 7 YIMI.
Senada dengan Alifah, Umar Hafid, siswa kelas 8, berharap kegiatan ini terus dipertahankan. “Semoga ke depannya acara ini bisa lebih baik lagi dan teman-teman bisa makin tertib saat kirab,” harapnya.
Melalui tradisi Malam Telulikuran ini, YIMI sukses mengintegrasikan nilai religius, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya dalam satu rangkaian kegiatan yang memperkaya khazanah Ramadan di Kabupaten Gresik. (iza/han)
Editor : Hany Akasah