Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Menko Zulkifli Hasan Dorong Peran Strategis UMG dalam Percepat Swasembada Pangan

Novia Andriyani • Rabu, 28 Januari 2026 | 15:45 WIB
UMG menggelar Seminar Nasional "Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas" pada Rabu (28/1) dengan menghadirkan Menko Pangan Zulkifli Hasan sebagai pembicara untuk memaparkan visi kemandirian pangan.
UMG menggelar Seminar Nasional "Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas" pada Rabu (28/1) dengan menghadirkan Menko Pangan Zulkifli Hasan sebagai pembicara untuk memaparkan visi kemandirian pangan.

RADAR GRESIK – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menjadi pusat perhatian nasional dalam penyelenggaraan Seminar Nasional bertajuk "Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas" yang digelar di Hall Sang Pencerah, Rabu (28/1).

Hadir sebagai pembicara utama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE., MM., memaparkan visi besar pemerintah dalam membangun kedaulatan pangan yang mandiri.

Di hadapan ratusan peserta, Menko Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia harus berdaulat dan tidak boleh lagi bergantung pada pasokan pangan luar negeri demi menjaga eksistensi bangsa di tengah ketidakpastian global.

Dalam pemaparannya, Menko Zulkifli Hasan menekankan pentingnya penguatan ekonomi desa melalui pembentukan delapan puluh ribu Koperasi Desa (Kopdes) di seluruh penjuru negeri.

Di Kabupaten Gresik sendiri, ditargetkan terdapat sekitar 300 Kopdes yang akan mulai beroperasi pada Maret mendatang. Kopdes ini dirancang sebagai pilar closed loop economy yang akan menyerap hasil bumi petani, peternak, dan nelayan dengan harga yang adil, sekaligus menyediakan fasilitas cold storage agar komoditas seperti cabai dan ikan tidak cepat membusuk dan merugikan produsen lokal.

Menko Pangan juga membawa kabar menggembirakan mengenai capaian sektor pertanian, di mana pada tahun 2025 Indonesia mencatatkan sejarah dengan tidak mengimpor satu butir beras pun dan justru mengalami surplus lebih dari empat juta ton.

Keberhasilan ini didorong oleh reformasi sistem subsidi pupuk yang kini beralih dari sistem cost plus ke market to market. Dengan efisiensi anggaran subsidi sebesar Rp44 triliun, pemerintah mampu menurunkan harga pupuk hingga 20% dan mengalokasikan dana sisa untuk pembangunan tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan.

Sektor perikanan dan peternakan juga tak luput dari perhatian pemerintah. Menko mengungkapkan rencana pembangunan 2.000 kampung nelayan tahun ini dengan total anggaran mencapai Rp44,5 triliun untuk memastikan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain itu, pemerintah berkomitmen memanfaatkan lahan sitaan negara seluas empat juta hektare untuk dikelola oleh UMKM dan masyarakat, termasuk memberikan kesempatan bagi koperasi untuk mengelola tambang melalui sistem bagi hasil dengan negara demi pemerataan ekonomi yang sesuai dengan semangat Pancasila.

Sesi seminar menjadi semakin dinamis saat Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd., memperkenalkan inovasi dari tim peneliti UMG di bawah pimpinan Prof. Setyabudi. Mereka berhasil mengembangkan varietas tebu unggul bernama "UMG" dan "Setyabudi (SB)" yang memiliki rendemen dan produktivitas tinggi.

Inovasi ini dianggap sebagai solusi atas tingginya biaya produksi gula di Indonesia yang mencapai Rp12.000 per kilogram, jauh di atas Thailand yang hanya Rp3.500 per kilogram. Penemuan ini diharapkan mampu mengembalikan kejayaan industri gula Indonesia seperti masa lampau.

Merespons temuan tersebut, Menko Zulkifli Hasan menyatakan komitmennya untuk membantu percepatan proses paten dan uji varietas di Kementerian Pertanian serta memfasilitasi dukungan infrastruktur riset melalui BRIN.

Menko mengapresiasi semangat akademisi UMG yang terus berpikir kritis dan produktif. Ia menegaskan bahwa negara yang unggul adalah negara yang memiliki sumber daya manusia cerdas dan mampu menghasilkan inovasi untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas hasil pertanian nasional.

Sebagai penutup, Rektor UMG Prof. Khoirul Anwar menegaskan kesiapan perguruan tinggi Muhammadiyah untuk berkolaborasi dalam mengelola hutan tidak produktif menjadi lahan budidaya tebu bersertifikat.

Dengan target perluasan lahan gula nasional hingga lima juta ton, UMG berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

"Dukungan pemerintah terhadap riset lokal adalah kunci bagi kita untuk tidak sekadar menjadi konsumen, tapi menjadi pemain utama di pasar pangan dunia," ujar Prof. Khoirul menutup rangkaian seminar tersebut. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
#Menko Pangan #Riset #gresik #Industri #Rektor UMG #Zulkifli Hasan #swasembada pangan #Koperasi Desa #khoirul anwar #tebu #universitas muhammadiyah gresik #umg #gula