RADAR GRESIK - BANGKOK – Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tridarma perguruan tinggi dan internasionalisasi pendidikan.
Hal ini dibuktikan melalui keikutsertaan aktif delegasi dosen dan mahasiswa dalam ajang bergengsi Eurasian Rajamangala International Conference (ERIC) 2025 yang diselenggarakan di Krungthep (Bangkok), Thailand, pada Jumat (19/12).
Mengusung tema “Navigating Complexity in an Era of Disruptive Globalization”, konferensi ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi lintas negara untuk mendiseminasikan hasil riset, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di kancah global.
Delegasi UMG hadir memenuhi undangan resmi dari Institute of Science Innovation and Culture, Rajamangala University of Technology Krungthep. Rektor UMG, Prof. Khoirul Anwar, M.Pd., yang memimpin langsung delegasi bersama Kepala Biro International Relation Office (IRO), Paulina, M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari strategi internasionalisasi pembelajaran di UMG.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMG disiapkan untuk menjadi aktor nyata dalam hubungan internasional (international relationship). Kami ingin mereka terbiasa berinteraksi dan berkolaborasi di level global,” ujar Prof. Khoirul Anwar.
Turut mendampingi dalam delegasi tersebut Direktur Pascasarjana UMG, Dr. Rahmat Agus Santoso, S.E., M.M.; Kaprodi Magister Manajemen, Dr. Eva Desembrianita, Dra., M.M.; Dosen Pembimbing, Dr. Ir. Djoko Soelistya, M.M., CPHCM, CHRMP; serta Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Nirwanto Ma'ruf, S.S., M.Hum.
Program ini melibatkan enam mahasiswa berprestasi, yaitu lima mahasiswa Magister Manajemen (Andis Syarifudin, Dian Arizona, Fatimah, Robby Ardiansyah, dan Wahid Wahyudi) serta satu mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris (Elis Suminar).
Di forum tersebut, mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan diseminasi hasil penelitian dalam forum kolokium internasional.
Direktur Pascasarjana UMG, Dr. Rahmat Agus Santoso, menekankan bahwa keterlibatan ini adalah bukti nyata sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam merespons tantangan global melalui karya ilmiah.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan studi secara administratif, tetapi juga harus memiliki pengalaman akademik internasional agar mampu bersaing dan berkontribusi secara global,” tegas Dr. Rahmat.
Dalam sesi paralel, sosok Fatimah (mahasiswa Magister Manajemen) menarik perhatian peserta lain. Ia tampil menonjol saat mendiseminasikan hasil penelitian manajemen yang relevan dengan isu kompleksitas organisasi di era globalisasi.
Keaktifannya mencerminkan kualitas lulusan Pascasarjana UMG yang percaya diri dan kompeten bersaing dengan akademisi dari berbagai negara Asia dan Eropa.
Partisipasi dalam ERIC 2025 ini diharapkan membawa dampak positif bagi pengembangan keilmuan di UMG.
Selain memperluas jejaring kolaborasi riset lintas negara, langkah ini semakin mengukuhkan posisi Universitas Muhammadiyah Gresik sebagai perguruan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada masa depan global. (nov/han)
Editor : Hany Akasah