RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik (Pemkab Gresik) secara tegas mengukuhkan komitmennya dalam mewujudkan kesetaraan dan pelayanan optimal bagi penyandang disabilitas. Penegasan ini diwujudkan melalui perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 yang dikemas dalam kolaborasi akbar bertajuk SERASI (Semarak Warna-warni Gresik Inklusi).
Dalam acara yang berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa (9/12) ini, Unit Pelayanan Teknis Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (UPT LP ABK) Dinas Pendidikan ditunjuk sebagai leading sector (motor penggerak utama), menandakan peran sentral pendidikan dalam gerakan inklusi di Gresik.
UPT LP ABK sukses menggalang sinergi dengan berkolaborasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kabupaten Gresik. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menciptakan layanan yang terpadu dan inklusif.
Kegiatan berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa (9/12) dan dihadiri langsung oleh Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Nurul Haromainy.
Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan OPD terkait, di antaranya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBPPPA), serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora). Dukungan juga diberikan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Cabang Gresik, serta Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik.
Dukungan kemitraan juga datang dari perwakilan perusahaan mitra, termasuk Aston Hotel, RS Petro Grha Medika, dan Bank Jatim Cabang Gresik.
Kepala UPT LP ABK, Renyta Yuniarti Ningtyas, menegaskan bahwa acara ini merupakan bukti nyata keseriusan Pemkab Gresik dalam mewujudkan inklusivitas.
"Hari ini kita berkumpul, bukan hanya untuk merayakan Hari Disabilitas Internasional, tetapi untuk membuktikan bahwa Gresik benar-benar Inklusi," ujar Renyta dengan penuh semangat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Haryanto melaporkan bahwa Acara SERASI ini melibatkan total 350 siswa dari tujuh SLB yang berpartisipasi, yakni SLB Al Falah, SLB Dharma Wanita, SLB Muhammadiyah Sidayu, SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, SLB Harapan Mulya, SLB Harapan Bangsa, dan SLB Al Ikhlas. Acara ini juga didukung oleh beberapa lembaga terapi seperti El Ghani Kids dan Pasha, serta SD Muhammadiyah Menganti dan SD Muhammadiyah Bawean.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengingatkan semua pihak bahwa keterbatasan bukanlah halangan dan tujuan selanjutnya adalah memberikan perhatian istimewa kepada anak-anak tersebut agar terus berdaya, berkarya tanpa batas, dan hidup dalam masyarakat yang setara,” jelas Haryanto.
Haryanto menambahkan, kegiatan SERASI dibagi menjadi tiga agenda utama yaitu penandatanganan Manifesto Gresik Kabupaten Inklusi, Parade SERASI, serta penampilan bakat dari anak-anak istimewa seperti tari Mandiling Bawean, aksi pencak silat, karawitan gamelan, menyanyi, dan bermain alat musik keyboard.
Dihadapan ratusan anak istimewa, guru, dan wali murid, Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program inklusi.
“Pemerintah Kabupaten Gresik terus mengevaluasi dan mendorong kesetaraan pelayanan serta perhatian dari hampir semua dinas. Program inklusi tidak hanya berfokus pada satu sektor, tetapi melibatkan Dinas Pendidikan Melalui UPT LP ABK yang telah menjalankan program penjemputan dan pengantaran gratis bagi siswa berkebutuhan khusus yang telah melayani sekitar 100 siswa”, Jelas Bupati yani.
Disampaikan pula oleh Bupati Yani yaitu peningkatan kapasitas guru dimana Pemkab Gresik juga memfasilitasi pelatihan magang gratis bagi 136 guru agar mampu memberikan layanan belajar yang optimal bagi anak ABK, Disnaker juga terus mendorong pemberian kesempatan kerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik, Dinsos yang aktif memberikan alat bantu bagi penyandang disabilitas, dan KBPPPA juga menjalankan program perlindungan anak dan perempuan, termasuk memastikan anak penyandang disabilitas jauh dari kekerasan dan diskriminasi.
“Ketika anak-anak diberikan kesempatan, mereka akan tumbuh dan berkembang dengan baik, Gresik terus berbenah menuju kabupaten yang semakin inklusif, dan mendoakan agar anak-anak istimewa terus sehat, panjang umur, dan bisa menggapai cita-cita mereka,” Pungkas Bupati Yani (nov/han)