Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

HGN 2025, Pemkab Gresik Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesejahteraan Pendidikan Aman di Tahun 2026

Hany Akasah • Kamis, 27 November 2025 | 14:52 WIB
Apresiasi: Gus Yani memberikan apresiasi kepada guru berprestasi Gresik.
Apresiasi: Gus Yani memberikan apresiasi kepada guru berprestasi Gresik.

RADAR GRESIK - Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kabupaten Gresik yang digelar di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) berlangsung meriah dan penuh pesan strategis.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan masa depan pendidikan Gresik harus diarahkan pada pembelajaran yang menyenangkan, berkarakter, dan adaptif terhadap era digital.

Pada acara yang dihadiri 2.090 peserta ini, Bupati Yani mengingatkan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Anak-anak tumbuh di tengah derasnya arus teknologi dan digitalisasi, sehingga guru dituntut untuk lebih inovatif dalam memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

“Pendidikan di Gresik harus menjadi rumah yang menyenangkan bagi anak-anak. Guru dan pemerintah daerah harus terus bersinergi menghadirkan pembelajaran yang aman, nyaman, dan memotivasi,” tegas Gus Yani.

Menjawab tantangan era baru, Bupati Yani menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk memperkuat transformasi digital di sekolah, termasuk penyediaan laboratorium digital dan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran agama.

“Digitalisasi itu wajib. Buatlah lab-lab digital. Anak-anak harus dapat belajar Alan melalui platform digital, mendengarkan lantunan ayat suci, dan belajar baca-tulis Quran dengan metode kekinian,” ujarnya.

Gus Yani menyampaikan apresiasi atas hasil positif Instruksi Bupati No. 1 Tahun 2022 tentang program Taman Baca Tulis Quran (TBTQ) yang kini telah membuat seluruh siswa SD dan SMP negeri di Gresik mahir mengaji.

Di tengah penyesuaian anggaran secara nasional, Bupati menegaskan bahwa kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas utama Pemkab Gresik.

“Yang berkaitan dengan guru, insyaallah aman sampai 2026. Hak-hak guru dan BOSDA akan kami prioritaskan,” tegasnya.


Sebagai bentuk penghargaan, Gus Yani menambahkan hadiah umrah satu orang guru, melengkapi hadiah dari BMT Mandiri Sejahtera sehingga total dua guru akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto mengatakan dukungan Pemkab Gresik selama ini telah menghasilkan banyak capaian signifikan.

Diantaranya yakni pengangkatan 2.756 guru PPPK yakni 2.086 PPPK penuh dan 670 PPPK paruh waktu. Perubahan status dari honor sekolah ke honor daerah sehingga dapat mengikuti PPG. Insentif PAUD Non-Sertifikasi: Rp 7,7 miliar per tahun. Penghargaan Guru Swasta: Rp 7,2 juta per tahun untuk 3.982 guru, total hampir Rp30 miliar. Perbaikan Sarpras Sekolah: Target tahun 2026, sisa ruang kelas rusak tinggal 9 persen (760 ruang) dari total 9.084 ruang.

“Dedikasi guru hari ini adalah pondasi masa depan Indonesia. Semarak Hari Guru Nasional ini menjadi momentum memperkuat profesionalisme pendidik menuju Generasi Emas 2045,” ujar Hariyanto.

HGN 2025 di Gresik dimeriahkan oleh berbagai kegiatan, antara lain khotmil Alquran dengan 1.000 penghafal dari kelas tahfidz.

Guru Berprestasi Gresik 2025 yakni Siti Chomsiyah, S.Pd., M.M – GTK Transformatif Kepala SD, Mufarrochah, S.Pd – Lomba Cipta Alat Permainan Edukatif, Satria Yudha Prakosa, S.Pd – Duta Pemuda Kreatif Jawa Timur, Andi Herawanto, S.Pd – Pelopor Komunitas Guru Dikdas, Ahmad Nur Hadi, S.Or – Inovasi Pembelajaran Mendalam, Coding & AI dan Nur Khomsidah dengan Penulis 750 Kata
Penghargaan Pendidikan Inklusi Hatiku Padamu diraih Menganti tema Inklusif Transformatif, Bungah tentang Inklusif Dedikatif dan Kecamatan Gresik tema Inklusif Kolaboratif. (*)

Editor : Hany Akasah
#TDA #Pemkab #gresik #Guru #Hari Guru #gus yani #Anggaran #pendidikan