RADAR GRESIK – Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SLB Kemala Bhayangkari 2 Kabupaten Gresik menerima dukungan signifikan dalam pengembangan keterampilan vokasi, khususnya di bidang tata busana.
Program ini merupakan inisiatif Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2025.
Kolaborasi antara SLB, Universitas Surabaya (UBAYA), dan Universitas Dinamika ini bertujuan membekali ABK agar memiliki keterampilan yang teruji dan siap untuk terjun ke dunia kerja, sehingga dapat hidup mandiri.
Hany Mustikasari, selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, menjelaskan bahwa program ini difokuskan untuk meningkatkan kreativitas siswa SLB.
“Para siswa dilatih untuk membuat desain motif kain dan menjahit pakaian sederhana. Pelatihan desain motif kain dilakukan menggunakan desain digital melalui telepon pintar,” terang Hany dengan memastikan materi yang diberikan relevan dengan tuntutan zaman.
Kepala SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Dede Idawati, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebut program vokasi di sekolahnya mencakup tata boga, kecantikan, sablon, batik, dan cleaning service.
"Tujuan dari pada program vokasi ini adalah untuk membekali keterampilan ABK mereka untuk siap terjun kedunia kerja," pungkasnya.
Dalam. Pelaksanannya, pelatihan menjahit dipimpin langsung oleh Siti Zahro, Dosen Desain Fashion dan Produk Lifestyle, Fakultas Industri Kreatif, UBAYA. Ia menjelaskan bahwa para ABK sebetulnya telah memiliki dasar menjahit, namun perlu diasah untuk produksi yang lebih kompleks.
"Selama ini mereka hanya menjahit celemek. Kami memberikan kesempatan untuk mencoba produksi pakaian," kata Siti Zahro.
Hasilnya terlihat memuaskan. Selama pelatihan, beberapa siswa menunjukkan perkembangan pesat, sudah mampu menjahit desain pakaian sederhana seperti dress tanpa lengan, rok A-line, kulot, dan blus. Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa UBAYA, menciptakan transfer ilmu yang komprehensif.
Sementara itu guru SLB Kemala Bhayangkari, Wiwik, menambahkan bahwa program dan waktu khusus memang dibutuhkan untuk memfasilitasi bakat ABK.
"Mengingat banyaknya tantangan dalam mendapatkan pekerjaan. Sehingga pelatihan Ini bisa membekali para siswa agar di kemudian hari mereka bisa hidup mandiri," ujarnya.
Komitmen UBAYA dalam pengabdian ini tidak berhenti setelah program berakhir. Rencananya, akan ada program pendampingan secara daring dan luring untuk terus meningkatkan keterampilan ABK di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik.
Melalui program ini, diharapkan para ABK dapat menjadi tenaga kerja terampil yang dapat memenuhi kebutuhan industri fashion dan memiliki bekal hidup mandiri di masa depan. (rir/han)
Editor : Hany Akasah