Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

MPLS Unik di Gresik, Guru Berubah Jadi Organ Tubuh Demi Tanamkan Kesadaran Kesehatan

Fajar Yuliyanto • Selasa, 15 Juli 2025 | 14:17 WIB
SAMBUTAN: Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif membuka MPLS di Gresik.
SAMBUTAN: Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif membuka MPLS di Gresik.

RADAR GRESIK – Suasana ceria dan penuh warna mewarnai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD NU Nurul Ishlah Tahun Ajaran 2025/2026 pada Senin (14/7). \

Mengusung tema inspiratif "Aku Sayang Tubuhku, Aku Jaga Sehatku," sekolah ini menghadirkan pendekatan yang unik: para guru mengenakan berbagai kostum menarik menyerupai bagian tubuh manusia.

Selama enam hari ke depan, MPLS ini bertujuan menanamkan kesadaran dini pada siswa tentang pentingnya mencintai dan menjaga kesehatan tubuh sebagai wujud rasa syukur. Dengan mengenakan kostum anggota tubuh, guru secara langsung memberikan materi tentang fungsi, kebersihan, dan kesehatan kepada siswa baru.

Kepala SD NU Nurul Ishlah, Imamatul Falikhah mengatakan tema MPLS kali ini selaras dengan program "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Kebiasaan tersebut meliputi Bangun Pagi, Beribadah, Olahraga, Makan Sehat, Bermasyarakat, Gemar Belajar, dan Tidur Cepat.

"Melalui kegiatan MPLS ini, sekolah berkomitmen untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara jasmani dan rohani. Anak yang sehat akan lebih siap belajar dan berkembang menjadi pribadi hebat," ujar Imamatul Falikhah.

Kegiatan ini melibatkan 45 guru yang terbagi dalam kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan organ tubuh seperti otak, tangan, mata, gigi, dan perut memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya setiap bagian tubuh. Pendekatan interaktif ini dirancang untuk membuat pembelajaran tentang pola hidup sehat, seperti pola makan sehat, kebiasaan mencuci tangan, dan olahraga teratur, menjadi lebih menarik bagi siswa.

Selain fokus pada kesehatan, MPLS tahun ini juga memprioritaskan penanaman karakter religius, akhlak, dan adab. Yayuk Sri Rizki Kanti Rahayu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menjelaskan bahwa proses adaptasi siswa dirancang agar menyenangkan.

"Hari pertama MPLS difokuskan pada perkenalan siswa dengan teman sekelas dan guru, serta penerapan langsung pembiasaan baik seperti menata sepatu dan mencuci tangan," kata Yayuk.

Pada hari kedua, siswa akan diajak berkeliling sekolah melalui permainan "mencari harta karun" untuk mengenalkan lingkungan sekolah secara menyeluruh.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif menekankan pentingnya adaptasi, semangat belajar, dan menjaga nama baik sekolah bagi siswa baru. Ia juga memberikan motivasi agar peserta didik memanfaatkan kesempatan MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah dan teman-teman baru.

 Baca Juga: Asal Muasal Julukan Cantik untuk Anggota DPD RI Lia Istifhama, Bukan Sekadar Penampilan, tapi Singkatan Bernilai

"Mengusung MPLS RAMAH, pengenalan lingkungan sekolah harus bisa memberikan kesan positif dan hangat kepada para peserta didik baru. Ini penting untuk memulai proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan di jenjang pendidikan barunya," ujarnya.

Wabup berharap UPT SMPN 6 dapat menyatu dengan eks UPT SMPN 30 yang kini digunakan sebagai Sekolah Rakyat. Menurutnya, MPLS merupakan momen penting dalam kehidupan siswa selain belajar juga untuk membangun kebersamaan.

Usai pelaksanaan apel, Wabup Dokter Alif didampingi Kepala Dinas Pendidikan S. Hariyanto dan Kepala Sekolah UPT SMPN 6 Gresik, Abdul Aziz, meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan progres renovasi Sekolah Rakyat yang akan dibuka pada Agustus 2025. (rir/jar/han)

Editor : Hany Akasah
#SD NU Nurul Ishlah #Wakil Bupati #MPLS #Siswa #gresik #Randuagung #kEPALA SEKOLAH