Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tanpa Hilangkan Kota Santri, Universitas Sunan Gresik Lahir Optimalkan Sektor Perikanan, Industri dan Pertanian

Fajar Yuliyanto • Rabu, 21 Mei 2025 | 18:54 WIB

 

Founder USG, Jazilul Fawaid, menegaskan pendirian USG merupakan proyeksi ambisius untuk menggagas universitas kelas dunia.
Founder USG, Jazilul Fawaid, menegaskan pendirian USG merupakan proyeksi ambisius untuk menggagas universitas kelas dunia.

RADAR GRESIK  – Universitas Sunan Gresik (USG). Kampus baru ini didirikan dengan tujuan utama beradaptasi di tengah geliat industri Gresik, tanpa menghilangkan identitas kota santri yang melekat. USG akan menjadi pusat Technopark guna memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor industri, perikanan, dan pertanian.

Perguruan tinggi yang bernaung di bawah Yayasan Sekolah Al Qur'an Sunanul Muhtadin, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Gresik, ini telah diresmikan dengan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Wakil Ketua MPR RI Rusdi Kirana, Wakil Menteri Perindustrian RI H Faisol Riza, Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir, anggota parlemen RI dari Fraksi PKB, Forkopimda, serta perwakilan perusahaan di Kabupaten Gresik.

Founder USG, Jazilul Fawaid, menegaskan pendirian USG merupakan proyeksi ambisius untuk menggagas universitas kelas dunia.

"Lokasi kampus tidak dekat dengan perkotaan, tapi tidak jauh dari kawasan industri. Kami akan menyiapkan 'Technopark' sekitar 50 hektar," kata Jazilul saat peresmian di area Ponpes Modern Sunanul Muhtadin, Selasa (20/5).

Technopark seluas 50 hektar ini akan mencakup Technopark Industri, Technopark Perikanan, dan Technopark Pertanian, disesuaikan dengan potensi wilayah dan Kabupaten Gresik. Jazilul optimis, keberadaan Technopark ini akan menarik para ahli dari industri besar di Gresik untuk berbagi ilmu, sekaligus mendorong peningkatan dan inovasi baru di berbagai bidang tersebut.

Ketua Fraksi PKB DPR RI ini menambahkan, pendirian USG adalah buah dukungan besar dari masyarakat Gresik, Lamongan, Mojokerto, stakeholder terkait, pemerintah, serta organisasi masyarakat. Hal ini menjadi bukti kepercayaan bahwa USG memang diharapkan kehadirannya, khususnya dalam mendukung sektor industri.

"Momentum Harkitnas, ini momen sejarah. Inilah kebangkitan sumber daya manusia di Gresik. Gresik sudah menjadi industri, Gresik jadi kota Santri, hari ini kita bangkitkan kembali, dengan memunculkan generasi unggul, dari fasilitas yang diberikan oleh USG. Termasuk dosen dan tempat penelitian. Itulah makna kebangkitan, bangkit di era industri dan kota santri ini," jelas Jazilul.

Pihaknya berambisi menjadikan USG sebagai kawasan kebangkitan dari pinggiran, dari pesantren, dan dari Gresik, dalam menyongsong Generasi Emas 2045. Dalam proses pendiriannya, USG telah menjaring lebih dari 2.600 calon dosen dari seluruh Indonesia, dengan sekitar 90 orang terpilih yang linier dengan program studi yang disiapkan.

"Kita tidak siapkan lembaga pencetak sumber daya, dunia industri kita tak akan bisa berkembang. Tapi kalau SDM kita mumpuni, punya keahlian, maka Gresik akan punya tempat di masa depan," pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Santri #Sektor #gresik #Pertanian #perikanan #Industri #pendidikan #Universitas Sunan Gresik #Kampus