RADAR GRESIK- Duka mendalam menyelimuti civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG) setelah insiden tragis menimpa 10 mahasiswa Program Studi Geologi yang tengah menjalani kegiatan praktikum lapangan.
Dalam insiden tersebut, mereka terseret arus sungai yang deras di tengah aktivitas pengambilan data geologi di alam terbuka.
Berdasarkan informasi dari berbagai unggahan media sosial, peristiwa terjadi pada malam hari, saat kondisi pencahayaan terbatas dan debit air sungai meningkat tajam.
Dari sepuluh mahasiswa yang terseret arus, tujuh orang berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat dan warga sekitar, dua ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara satu mahasiswa lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Kejadian ini sontak menjadi perhatian luas, baik dari masyarakat Gorontalo maupun pengguna media sosial di seluruh Indonesia.
Video amatir yang merekam proses pencarian memperlihatkan suasana mencekam di lokasi kejadian, dengan personel SAR dan relawan menyusuri aliran sungai menggunakan penerangan seadanya dan peralatan evakuasi darurat.
Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan Tim SAR gabungan, personel TNI/Polri, serta relawan masyarakat. Pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai dan area yang dianggap berpotensi menjadi tempat korban tersangkut. Proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, mulai dari minimnya pencahayaan, medan yang licin dan terjal, hingga derasnya arus sungai yang masih cukup kuat pascakejadian.
Pihak kampus Universitas Negeri Gorontalo hingga berita ini diturunkan masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, sejumlah mahasiswa dan dosen menyampaikan rasa duka yang mendalam serta harapan agar pencarian korban yang masih hilang dapat segera membuahkan hasil.
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam hal pelaksanaan kegiatan luar ruang yang berisiko tinggi. Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan dan mitigasi risiko dalam kegiatan praktikum di lapangan sangat mendesak untuk dilakukan, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Masyarakat, rekan-rekan sesama mahasiswa, serta keluarga korban kini menanti dengan penuh harap kabar baik dari tim pencari. Doa dan dukungan terus mengalir sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap mereka yang terdampak dalam peristiwa memilukan ini.(mil/han)
Editor : Hany Akasah